Jusuf Kalla Prediksi Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 2 Juta pada April 2021

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meninjau Gudang Darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat didampingi oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Jakarta pada Hari Selasa (29/9/2020). - Istimewa
08 Februari 2021 23:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memperkirakan jumlah kasus Covid-19 akan mencapai 2 juta pada April 2021 apabila penambahan kasus positif per hari konsisten di atas 12.000 kasus.

"Kalau ini berjalan terus tanpa upaya keras, termasuk vaksinasi yang sangat penting. Maka pada Akhir april akan positif jadi 2 juta," kata Jusuf Kalla yang akrab dipanggil JK peluncuran program Plasma BUMN secara virtual, Senin (8/2/2021).

Kalau sudah tercapai 2 juta kasus, JK melihat masalahnya berikutnya yaitu rumah sakit yang tak mampu lagi menampung pasien.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah hingga Ahad pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 10.827 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sehingga, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.157.837 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020.

Sementara itu, per hari ini pasien sembuh bertambah 10.806 orang. Sehingga, total pasien sembuh berjumlah 949.990 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 163 orang. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 31.558 orang.

Kendati pemerintah sudah menjalankan program vaksinasi, menurut Kalla, masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, diperlukan lebih banyak donor plasma untuk menyelamatkan sesama dari pandemi Covid-19.

Terapi plasma itu, kata dia, bukan hal baru, namun sudah dijalankan sejak 100 tahun lalu. Penelitian di Malang dan Surabaya, kata dia, plasma yang diberikan kepada pasien yang tertular, 90 persen berhasil.

"Ini sangat penting dan sebagaimana juga sehebat-hebatnya ahli atau scientist, tidak bisa menciptakan darah sekaligus plasma. Karena itu plasma harus dari orang ke orang," ujar pria yang akrab disapa JK ini.

Lebih jauh, JK menghargai upaya BUMN untuk melakukan donor plasma di 34 provinsi. PMI sebagai pelaksana memiliki punya 225 unit donor darah di Indonesia, dan 34 di antaranya memiliki peralatan untuk dapat melaksanakan donor plasma dari para penyitas.

Kendati begitu, kata dia, terapi tersebut tidak mudah. Karena dari 100 orang yang ingin donor plasma, rata-rata yang dapat diterima hanya 10 sampai 20 persen.

Saat ini PMI sudah memberikan 14.500 kantong darah kepada yang membutuhkan sejak Mei. Namun jumlah itu masih jauh dari cukup.

Menurut JK, memang diperlukan vaksinasi yang masif untuk korban Covid-19. Dia juga berharap donor plasma ini dapat mengurangi jumlah orang yang meninggal dan mengurangi obat penderita Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis.com