Advertisement
Militer Myanmar Sebut Kudeta Aung San Suu Kyi Tak Terhindarkan
Bendera Myamnar - wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kudeta militer atas pemerintah Aung San Suu Kyi di Myanmar merupakan sebuah tindakan yang "tak terhindarkan", kata panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing.
Militer Myanmar yang kuat secara mengejutkan menahan Aung San Suu Kyi dan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya dalam penggerebekan sebelum fajar Senin lalu. Kudeta itu dilakukan menjelang dimulainya kembali sidang parlemen yang telah dijadwalkan.
Advertisement
BACA JUGA : Militer Myanmar Tangkap Aung San Suu Kyi
Dengan demikian Jenderal Min Aung Hlaing diberi "kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif", yang secara efektif mengembalikan Myanmar ke pemerintahan militer setelah 10 tahun percobaan dengan demokrasi.
Dalam komentar publik pertamanya sejak kudeta, jenderal itu mengatakan pengambilalihan militer itu "sejalan dengan hukum" setelah pemerintah gagal menanggapi keluhannya atas kecurangan pemilu.
"Setelah banyak permintaan, cara ini tak terhindarkan bagi negara dan itulah mengapa kami harus memilihnya," katanya dalam rapat kabinet pertama, menurut pidato yang diposting di halaman Facebook resmi militer seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (3/2/2021).
BACA JUGA : Ini Sikap Indonesia atas Kudeta Militer di Myanmar
Di Washington, Departemen Luar Negeri menilai bahwa "Aung San Suu Kyi, pemimpin partai yang berkuasa (Myanmar), dan Win Myint, kepala pemerintahan yang terpilih, digulingkan dalam sebuah kudeta militer."
Dengan tindakan itu, berarti AS tidak dapat lagi membantu pemerintah Myanmar karena militer berada di bawah sanksi AS akibat serangan brutalnya terhadap etnis Rohingya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga meminta militer di Myanmar, negara yang juga dikenal sebagai Burma, untuk mencabut semua pembatasan telekomunikasi dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil. Dia mengatakan, Amerika Serikat "memperhatikan mereka yang berdiri bersama rakyat Burma di saat yang sulit ini.
BACA JUGA : Militer Myanmar Tangkap Aung San Suu Kyi
"Kami akan bekerja dengan mitra kami di seluruh kawasan dan dunia untuk mendukung pemulihan demokrasi dan pemerintahan berdasar hukum, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang membatalkan transisi demokrasi Burma," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Sekjen PBB Peringatkan Dampak Aksi AS di Venezuela
- Delcy Rodriguez: Nicolas Maduro Masih Presiden Venezuela
- Oxford United Pinjam Jamie Donley
- Mayoritas Kreator Hidup di Bawah Bayang Ketidakpastian Finansial
- AS Luncurkan 622 Serangan Udara Sepanjang 2025, Ini Targetnya
- Wali Kota New York Kecam Trump soal Serangan ke Venezuela
- Jadwal Lengkap F1 2026: 24 Seri, Debut Audi dan Cadillac
Advertisement
Advertisement




