Wali Kota dan Sejumlah Pejabat di Magelang Tak Lolos Screening Vaksin Covid-19

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membuka pencanangan vaksin Covid-19 di pendopo RSUD Tidar, Senin (25/1/2021). - Ist/dok Prokompim Pemkot Magelang
26 Januari 2021 05:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kota Magelang dimulai dengan menyuntikkan pada sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang di pendopo RSUD Tidar, Senin (25/1/2021).

Para pejabat yang disuntik diantaranya Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Kasdim 0705/ Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi, Ketua Kejaksaan Negeri Siti Aisyah, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Magelang.

Sebelum disuntik oleh petugas medis, mereka terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening). Jika sehat dan memenuhi syarat maka mereka langsung divaksin oleh petugas.

Baca juga: Jangan Asal Pakai Resep Obat Pasien Covid-19 Sebelum Diobservasi

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak masuk pejabat yang mendapatkan vaksin Covid-19 karena usianya sudah lebih dari 60 tahun. Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufik Nurbakin juga tidak lolos screening karena saat itu tekanan darahnya tinggi.

"Terimakasih kepada semua pihak, utamanya Dinkes dan RSUD Tidar yang telah mempersiapkan pencanangan vaksinasi Covid-19 ini dengan baik. Kita mulai vaksinasi ini dalam rangka menciptakan herd imunity atau kekebalan kolektif," jelas Sigit, disela-sela kegiatan tersebut.

Sigit menambahkan, tujuan vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19. Namun demikian ia mengingatkan bahwa vaksin bukan satu-satu caranya untuk mencegah virus tersebut. Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Vaksinasi tidak segala-galanya, ini usaha pemerintah untuk mencegah tapi protokol kesehatan tetap berlaku ketat, jangan lengah," tegas Sigit.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon menjelaskan, pada tahap pertama Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Sasarannya dialokasikan bagi 3.630 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan 10 orang pejabat publik.

Baca juga: Tegaskan Vaksin Covid-19 Halal, Kyai Magelang Digandeng Ikut Vaksinasi

Pengambilan vaksin dilakukan sesuai prosedur dengan rantai dingin memakai mobil yang memenuhi standar, mulai Sabtu (23/1/2021). Untuk penyimpanan vaksin di UPT Instalasi Farmasi. Pihaknya memastikan vaksin tersimpan dengan baik di 3 freezer, yang didukung cadangan genset yang memadai.

"Mulai Minggu (24/1/2021), vaksin didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Magelang dan target hari ini selesai," imbuh Yis.

Sebanyak 19 faskes yang melayani vaksin di Kota Magelang, terdiri dari 7 Rumah Sakit, 5 Puskesmas, 6 Klinik, dan 1 Balkesmas. Adapun vaksinator akan dilakukan oleh nakes yang telah mendapat pelatihan dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Masing-masing faskes mendapat jatah 4 orang vaksinator.

”Pada pencanangan ini sasaran vaksin adalah tokoh-tokoh publik, dilanjutkan dengan 130 SDMK," sebut Yis.

Yis menambahkan, sosialisasi vaksin sudah dilaksanakan secara internal di kalangan nakes di seluruh faskes. Selanjutnya sosialisasi untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.

Vaksinasi tahap pertama dilaksanakan sampai 28 Januari 2021 dengan sasaran utama SDMK. Kemudian petugas pelayan publik dan masyarakat rentan maupun non rentan.

"Setelah divaksin yang bersangkutan kemudian akan dimonitor sekitar 25 menit, untuk melihat efek samping pascavaksin atau KIPI," terang Yis.