Advertisement

Jangan Asal Pakai Resep Obat Pasien Covid-19 Sebelum Diobservasi

Ika Fatma Ramadhansari
Selasa, 26 Januari 2021 - 00:27 WIB
Sunartono
Jangan Asal Pakai Resep Obat Pasien Covid-19 Sebelum Diobservasi Favipiravir, obat yang bisa digunakan untuk terapi Covid-19 hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. - Dok. Humas Bio Farma

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -Belakangan beredar resep obat pasien Covid-19 yang telah menjalani perawatan medis. Resep itu pun diklaim telah manjut memberikan kesembuhan dari infeksi virus Corona. 

Resep obat tersebut bisa jadi benar telah membantu seseorang sembuh dari Covid-19. Namun yang perlu diingat adalah obat-obatan yang diberikan kepada pasien Covid-19 telah sesuai dengan gejala dan kondisi masing-masing pasien. 

BACA JUGA : Bolehkah Pasien Covid-19 Minum Obat Herbal?

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dengan kata lain, setiap resep bersifat pribadi atau tidak berlaku secara universal kepada seluruh pasien Covid-19. Pasalnya saat ini belum ada obat untuk Covid-19 dan obat-obatan yang disertakan dokter adalah untuk mengurangi gejala atau meredakan penyakit penyerta pasien. 

Oleh karena itu Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar mengatakan sebaiknya tidak mengikuti resep tanpa observasi oleh tenaga kesehatan 

"Dari daftar obat-obat tersebut jika tidak melalui pengawasan dokter, nanti efek samping jangka panjangnya akan berbahaya. Lebih baik periksa dan konsultasi ke dokter," ungkap Adaninggar dalam podcast yang disiarkan Instagram Pandemic Talks (@pandemictalks), dikutip Senin (25/1/2021).

BACA JUGA : Obat & Vaksin Belum Tersedia, 3M Masih Efektif Cegah Covid

Adaninggar melanjutkan penjelasan bahwa  walaupun resep atau daftar obat yang dibagikan itu telah sesuai dengan pedoman penanganan Covid-19, tetapi tidak serta merta seluruh obat tersebut cocok untuk semua orang.

Dia berasumsi resep obat yang belakangan beredar adalah milik seseorang pasien yang tengah dirawat di rumah sakit. Dengan demikian kemungkinan pasien tersebut setidaknya mengalami gejala Covid-19 yang tergolong sedang. 

Advertisement

Maka obat tersebut tidak akan cocok untuk pasien dengan orang yang positif Covid-19 ringan atau malah tanpa gejala. Seperti diketahui berdasarkan gejala, pasien Covid-19 terbagi empat, yaitu tanpa gejala, ringan, sedang, dan berat. 

BACA JUGA : Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Sri Purnomo: Vaksin

"Itu memang obat-obat yang telah melalui pertimbangan risiko dan manfaat dari para ahli," ungkap Adaninggar.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jauh Dekat Rp8.000, Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement