Wabah Ebola di Kongo Memburuk, Kasus Suspek Tembus 900 Orang
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Lebih dari 900 kasus suspek dan 223 kematian dilaporkan.
Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Pengurangan alokasi subsidi pupuk dikhawatirkan bisa menurunkan produktivitas hasil tanaman sebesar 20-24 persen, mengingat pupuk menjadi bahan penunjang bagi petani dalam berproduksi.
Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR. Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi IV DPR sempat mempertanyakan terkait manfaat dari subsidi pupuk, apalagi dana yang telah digelontorkan pemerintah mencapai Rp33 triliun.
Mentan Syahrul menyebutkan nilai manfaat dari penggunaan pupuk bersubsidi mencapai Rp347,2 triliun, berdasarkan luas baku sawah Nasional seluas 7,46 juta hektare.
Baca juga: Ratusan Pelanggar PTKM di Jogja Terjaring Aparat, Sebagian Dapat Surat Peringatan
"Kalau intervensi pupuk diturunkan saja dari kondisi sekarang, 50 persen saja, saya khawatir ini akan menurunkan 20-24 persen dari hasil yang ada. Dan itu triliunan. Jadi menurut saya, pupuk ini harus dilakukan (subsidi)," kata Mentan Syahrul dalam RDP bersama Komisi IV di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin.
Syahrul mengungkapkan nilai tambah produksi sebagai dampak pupuk bersubsidi mencapai Rp98,4 triliun, berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).
Jika dibandingkan dengan anggaran yang digunakan rata-rata yakni dari tahun 2014-2020 sebesar Rp28,1 triliun, nilai manfaat dari subsidi pupuk mencapai 250 persen.
Baca juga: Sebagian Nakes di DIY Tak Lolos Penerima Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya
Mentan juga menegaskan sebelum ada kebijakan subsidi pupuk, produktivitas tanaman paling tinggi hanya berkisar 3,5-4 ton per hektare (ha). Dengan adanya subsidi yang membuat petani bisa mengakses pupuk, produktivitas meningkat mencapai 6-7 ton per ha.
Ada pun terkait dengan isu kelangkaan pupuk di berbagai daerah, Mentan Syahrul menilai peningkatan distribusi pupuk harus ditingkatkan dengan koordinasi bersama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai produsen dan BUMN yang ditugaskan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
"Minimal pengawasan harus ditingkatkan, terutama di lini kios-kios perlu konsentrasi, karena biasanya dari lini 1 dan 2 tidak ada masalah, begitu lini 4 di situ bermasalah," kata Mentan Syahrul.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan posisi stok pupuk subsidi saat ini mencapai 1,9 juta ton, tersebar di lini I-III, berdasarkan data per 20 Januari 2021.
"Posisi saat ini di lini I totalnya ada 381.416 ton dari segala jenis pupuk, lini II di gudang distribusi kami ada 343.006 ton dan di lini III yang sudah masuk ke kabupaten dan gudang distributor ada sekitar 1,2 juta ton dan yang sudah kami sebar ke kios atau di lini IV adalah sebesar 226.904 ton," kata Bakir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Lebih dari 900 kasus suspek dan 223 kematian dilaporkan.
Rencana reaktivasi Bandara Adisutjipto (ADS) untuk penerbangan sipil komersial mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Sandy Walsh mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama peraih treble winner bersama Buriram United di musim 2025/2026 usai menjuarai Piala FA Thailand.
Arab Saudi resmi menerbitkan sertifikat haji digital 1447 H yang dapat diunduh melalui platform Kartu Nusuk dengan berbagai fitur digital terintegrasi untuk jem
Studi terbaru menunjukkan konsumsi telur secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen pada lansia. Simak penjelasan ilmiah dan kand
Google memperbarui mesin pencarinya dengan konsep AI baru bernama Intelligent Search Box yang mendukung percakapan, gambar, dan dokumen, menandai era baru penca