Sayembara Begal Jadi Polemik, Yusril Minta Patroli Ditingkatkan
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Pengurangan alokasi subsidi pupuk dikhawatirkan bisa menurunkan produktivitas hasil tanaman sebesar 20-24 persen, mengingat pupuk menjadi bahan penunjang bagi petani dalam berproduksi.
Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR. Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota Komisi IV DPR sempat mempertanyakan terkait manfaat dari subsidi pupuk, apalagi dana yang telah digelontorkan pemerintah mencapai Rp33 triliun.
Mentan Syahrul menyebutkan nilai manfaat dari penggunaan pupuk bersubsidi mencapai Rp347,2 triliun, berdasarkan luas baku sawah Nasional seluas 7,46 juta hektare.
Baca juga: Ratusan Pelanggar PTKM di Jogja Terjaring Aparat, Sebagian Dapat Surat Peringatan
"Kalau intervensi pupuk diturunkan saja dari kondisi sekarang, 50 persen saja, saya khawatir ini akan menurunkan 20-24 persen dari hasil yang ada. Dan itu triliunan. Jadi menurut saya, pupuk ini harus dilakukan (subsidi)," kata Mentan Syahrul dalam RDP bersama Komisi IV di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin.
Syahrul mengungkapkan nilai tambah produksi sebagai dampak pupuk bersubsidi mencapai Rp98,4 triliun, berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).
Jika dibandingkan dengan anggaran yang digunakan rata-rata yakni dari tahun 2014-2020 sebesar Rp28,1 triliun, nilai manfaat dari subsidi pupuk mencapai 250 persen.
Baca juga: Sebagian Nakes di DIY Tak Lolos Penerima Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya
Mentan juga menegaskan sebelum ada kebijakan subsidi pupuk, produktivitas tanaman paling tinggi hanya berkisar 3,5-4 ton per hektare (ha). Dengan adanya subsidi yang membuat petani bisa mengakses pupuk, produktivitas meningkat mencapai 6-7 ton per ha.
Ada pun terkait dengan isu kelangkaan pupuk di berbagai daerah, Mentan Syahrul menilai peningkatan distribusi pupuk harus ditingkatkan dengan koordinasi bersama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai produsen dan BUMN yang ditugaskan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
"Minimal pengawasan harus ditingkatkan, terutama di lini kios-kios perlu konsentrasi, karena biasanya dari lini 1 dan 2 tidak ada masalah, begitu lini 4 di situ bermasalah," kata Mentan Syahrul.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan posisi stok pupuk subsidi saat ini mencapai 1,9 juta ton, tersebar di lini I-III, berdasarkan data per 20 Januari 2021.
"Posisi saat ini di lini I totalnya ada 381.416 ton dari segala jenis pupuk, lini II di gudang distribusi kami ada 343.006 ton dan di lini III yang sudah masuk ke kabupaten dan gudang distributor ada sekitar 1,2 juta ton dan yang sudah kami sebar ke kios atau di lini IV adalah sebesar 226.904 ton," kata Bakir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Kebakaran lahan melanda dua kalurahan di Imogiri, Bantul. Delapan titik api menghanguskan sekitar delapan hektare lahan perbukitan dan memicu operasi pemadaman
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.