Advertisement
Iran Evakuasi Pasien RS Gandhi Teheran yang Dibom AS-Isrel
Sebuah ledakan besar terjadi di Teheran, Minggu (1/3/2026). - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Iran mengevakuasi Rumah Sakit Gandhi di Teheran setelah fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan militer. Langkah darurat ini terjadi di tengah konflik Iran-AS-Israel yang terus meningkat dan memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Dua saksi mata kepada kantor berita Reuters mengungkapkan para perawat di rumah sakit yang berlokasi di kawasan Jalan Gandhi mulai memindahkan pasien segera setelah serangan terjadi. Evakuasi dilakukan secara bertahap guna memastikan pasien dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain yang dinilai lebih aman dari potensi serangan lanjutan.
Advertisement
Rumah sakit tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius sebagai dampak dari serangan militer gabungan yang terjadi sebelumnya pada hari yang sama. Hingga kini, otoritas setempat belum menyampaikan rincian resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan bangunan secara menyeluruh.
Ketegangan konflik Iran-AS-Israel semakin meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone. Target serangan disebut mengarah ke wilayah Israel serta instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Selain itu, serangan juga dilaporkan menjangkau ibu kota Arab Saudi dan pusat bisnis global Dubai, memperluas kekhawatiran akan dampak regional yang lebih besar.
BACA JUGA
Trump Provokasi
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump melakukan provokasi langsung kepada rakyat Iran. Provokasi itu disampaikan sehari setelah serangan gabungan AS-Israel dikabarkan menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam.
Dalam pidato video yang dirilis ke publik, Trump mengajak warga Iran memanfaatkan momentum krisis yang sedang berlangsung.
“Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini, untuk berani, gagah, heroik, dan merebut kembali negara Anda. Amerika bersama Anda,” kata Trump.
Pernyataan tersebut diperkirakan berpotensi semakin memperkeruh hubungan diplomatik di Timur Tengah yang kini berada dalam fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara memantau perkembangan konflik Iran-AS-Israel dengan kewaspadaan tinggi, terutama terkait kemungkinan meluasnya eskalasi militer yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement





