Vaksin Merah Putih Diperkirakan Produksi pada 2022

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
23 Januari 2021 15:47 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksin Merah Putih diperkirakan baru akan mulai diproduksi secara massal pada 2022 oleh PT Bio Farma. Target itu molor dari rencana awal yaitu bisa diproduksi pada pertengahan 2021.

Vaksin antivirus Corona buatan dalam negeri ini akan diproduksi oleh PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Namun, saat ini, Bio Farma sedang memproduksi bahan baku vaksin impor dari beberapa negara. Seperti diketahui, 15 juta dosis vaksin sudah tiba di Bio Farma dan 1,32 juta sudah terdistribusi ke seluruh provinsi.

Informasi mengenai rencana produksi massal Vaksin Merah Putih ini terungkap setelah Tim Kunspek Komisi IX DPR RI menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir di Bandung, Jumat (22/1/2021).

BACA JUGA : Menristek Yakin Vaksin Merah Putih Bisa Diekspor

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh ingin mengetahui progres produksi vaksin Merah Putih yang ditunggu-tunggu publik, dan ternyata baru bisa diproduksi pada 2022. Saat ini Bio Farma sedang sibuk memproduksi sekaligus mendistribusikan vaksin Sinovac asal China. 

"Selain itu kami juga ingin mendapatkan progres dari upaya kita mendapatkan pasokan dari vaksin lain selain Sinovac, termasuk progres pengembangan vaksin Merah Putih. Komisi IX DPR RI sangat berharap bahwa seluruh upaya kita mengatasi pandemi melalui vaksinasi berjalan lancar sesuai rencana," ujar Nihayatul seperti dikutip dari situs resmi DPR, Sabtu (23/1/2021).

Nihayatul atau yang akrab disapa Nini ini mengungkapkan bahwa pertemuan itu merupakan kelanjutan rapat dengan Bio Farma, Menteri Kesehatan, dan Kepala BPOM di DPR beberapa waktu lalu yang membahas program vaksinasi.

Dijelaskan Dirut Bio Farma, hingga Juni 2021 nanti, Bio Farma akan menerima 144.700.000 dosis vaksin. Saat itu, vaksin produksi Inggris dan Amerika Serikat juga diharapkan sudah berdatangan.

BACA JUGA : Bagaimana Kabar Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia 

Nini mengatakan sudah hampir 10 bulan Indonesia berjibaku menghadapi pandemi yang mengharuskan untuk mengubah cara hidup dan beradaptasi. Adanya vaksin diharapkan menjadi salah satu harapan agar pandemi segera berakhir.

"Kita patut bersyukur mendapatkan akses ke beberapa vaksin Covid-19 yang proses kerja samanya melalui PT Bio Farma. Program ini sangat penting, karena dibiayai APBN dan masyarakat terjamin aksesnya," ungkapnya.

Sementara itu, pada akhir tahun lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P. S. Brodjonegoro memastikan percepatan uji klinis vaksin Merah Putih dengan target bisa mulai diproduksi secara massal pada akhir 2021.

Kemenristek telah berkomunikasi dengan PT Bio Farma (Persero) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), serta mengeluarkan surat keputusan menteri untuk melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

BACA JUGA : Kembangkan Vaksin Merah Putih, Kemenristek Anggarkan

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sebelumnya mengatakan proses laboratorium vaksin Merah Putih diperkirakan baru rampung pada Maret 2021, kemudian diteruskan ke PT Bio Farma untuk diproses lagi ke dalam tahap uji klinis.

Eijkman sebagai penyedia bibit vaksin memastikan protein yang dihasilkan mampu membangkitkan sistem imun yang aman serta halal.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia