Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Foto ilustrasi sekolah. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, PADANG--Sebuah sekolah negeri di Padang, Sumatra Barat diduga memaksa siswi non-muslim untuk mengenakan jilbab.
Seorang murid di sebuah sekolah negeri dipaksa untuk mengenakan jilbab kendati dirinya bukan seorang muslim. Orang tua murid pun mengaku keberatan dengan peraturan sekolah tersebut.
Ia lantas menceritakan peristiwa yang dialami sang anak itu melalui laman Facebook-nya. Orang tua dengan nama akun Elianu Hia itu juga mengungkapkan bahwa ia sempat bernegosiasi dengan pihak sekolah terkait peraturan wajib mengenakan jilbab itu.
Selama memperjuangkan hak putrinya, akun Facebook Elianu pun dibanjiri dukungan dari warganet.
Akun Facebook Elianu Hia mengunggah video tersebut dan menyebut ia sedang memperjuangkan nasib anaknya terkait kewajiban mengenakan jilbab bagi murid perempuan.
"Lagi di sekolah smk negri * padang,,saya di panggil karna anak saya tidak pakai jilbab,,kita tunggu aja hasil akhirnya,,saya mohon didoakan ya," tulis Elianu.
Dalam video tersebut, Elianu tampak berdebat dengan salah satu guru. Ia menyayangkan peraturan tersebut dan mengaku keberatan jika anaknya harus mengenakan jilbab selama bersekolah.
"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," demikian ucap Elianu.
Pihak sekolah pun bersikeras bahwa peraturan itu sudah disepakati sejak awal siswa masuk ke sekolah itu. Para guru mengaku tak bisa membiarkan salah satu siswa melanggar aturan itu.
"Ini tentunya menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.
Elianu juga sempat mempertanyakan dari mana peraturan itu berasal. Ia mengaku tak pernah mendengar peraturan itu baik dari dinas terkait, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi.
Melihat video tersebut banyak warganet yang lantas memberikan komentar. Mereka memberikan dukungan kepada siswi tersebut dan juga orang tuanya.
"Wah kok bisa ya. Jangan takut dek Tuhan pasti campur tangan dalam penyelesaian masalah ini," tulis warganet dengan akun Demak Sihom****.
"Jangan kendor sama sekolah-sekolah yg terpapar radikal dan intoleran. Itu sekolah pemerintah yg dibiayai oemerintah dan rakyat," tulis warganet lain dengan akun Az Zha****.
Elianu, selaku orang tua murid nonmuslim yang diwajibkan berjilbab mengucapkan terima kasih pada warganet yang mendukung. Ia pun mengingatkan para warganet agar tetap berkomentar dengan kata-kata yang santun. Ia menyebut perjuangannya ini untuk kebaikan bersama di masa mendatang.
"Teman-teman, saya berjuang, bukan buat diri anak saya sendiri melainkan,,anak anak kita kedepan," tulis Elianu.
"Teman teman, terima kasih semua dukungannya,,,tapi saya mohon,,masalah ini biarlah berjalan secara baik,,dan santun,,,saya mohon dgn sangat,,komentar ,,teman teman,,yg santun,santun aja," lanjutnya.
Video ini viral dan menjadi sorotan para warganet. Di Facebook hingga Twitter, banyak warganet yang membahas kejadian ini. Sebagian besar warganet pun menyayangkan adanya kewajiban tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.