15 Persen Nakes Gagal Divaksin Covid-19, Ini Penjelasan Menkes Budi

Tim Vaksinasi Covid-19. - Dok. Satgas Covid/19
22 Januari 2021 15:27 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebanyak 15 persen calon penerima vaksin di Indonesia tidak bisa atau mengalami penundaan divaksin. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini sudah ada 70.000 orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Namun, 15 persen di antaranya tak bisa atau mengalami penundaan divaksin.

Budi mengungkapkan, bahwa 15 persen penerima vaksin tertunda atau ditolak vaksinasi pada saat skrining kesehatan. Sebanyak 4 persen di antaranya, karena komorbid dan 11 persen karena darah tinggi.

“Jadi orang Indonesia nggak sehat, nakes saja 15 persen nggak bisa divaksin,” kata Budi dalam Dialog Vaksin, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Ajudan Bupati Kulonprogo Terpapar Covid-19

Budi mengatakan, penyakit darah tinggi bisa karena tidak sehat, atau karena gugup sebelum divaksin, sehingga tekanan darahnya naik.

Untuk tahap pertama, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac akan diberikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota yang datanya dimasukkan dalam sistem informasi yang akan menyiapkan data sasaran berdasarkan nama dan alamat.

Baca juga: Sepekan, Capaian Vaksinasi Covid-19 Kota Jogja 1.469 Orang

Sistem data itu dibuat oleh direktur Telkom dan direktur Bio Farma, yang bisa membantu pemerintah agar masyarakat tak ada yang dapat vaksin ganda.

Setelah tenaga kesehatan divaksin, tahapan selanjutnya vaksin akan diberikan kepada petugas pelayanan publik, baru kemudian kepada masyarakat.

Setelah menggunakan Sinovac, rencana selanjutnya adalah menggunakan vaksin dari Astrazeneca dan Pfizer sekitar Maret-April akan mulai berjalan dan Novavax sekitar bulan Juni.

“Semuanya bisa kita adakan,” kata Budi.

Sumber : Bisnis.com