Ini Fokus Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Hari ke-11

Petugas Basarnas pada Minggu (10/1/2021) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memeriksa temuan bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Tim penyelam Kopaska TNI AL menemukan sejumlah serpihan dari pesawat dan pakaian yang diduga milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat tersebut./Antara - Dhemas Reviyanto
19 Januari 2021 10:17 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pencarian material dan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu memasuki hari ke 11. 

Kepala Basarnas Marsma TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan operasi SAR tetap dilanjutkan seperti sebelumnya. Area pencarian akan dibagi enam sektor untuk permukaan dan empat sektor untuk pencarian bawah air. "Fokus kami adalah mencari human remain, semakin banyak maka semakin mudah tim DVI mengidentifikasi korban," kata Kabasarnas Marsma TNI Bagus Puruhito dikutip Selasa (19/1/2021).

BACA JUGA : Sudah 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182

Seperti diketahui, Basarnas kembali memperpanjang operasi SAR gabungan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 selama tiga hari terhitung sejak, Selasa (19/1/2021).

Keputusan perpanjangan operasi itu diambil setelah tim melihat dan menganalisa dinamika yang terjadi selama operasi berlangsung. Dalam catatan Bisnis, ini merupakan kali kedua perpanjangan operasi SAR tersebut dilakukan oleh Basarnas.

Adapun pada Senin kemarin, tim operasi gabungan berhasil mengevakuasi 5 kantong yang terdiri atas 2 kantong bagian tubuh manusia, 2 kantong serpihan pesawat 1 potongan besar.

Dengan demikian, jumlah bagian tubuh manusia yang berhasil ditemukan sebanyak 310 kantong, serpihan kecil pesawat sebanyak 60 dan potongan besar pesawat sebanyak 55.

BACA JUGA : Polairud Akan Hentikan Pencarian Sriwijaya Air Pukul 17.00

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia