Polairud Akan Hentikan Pencarian Sriwijaya Air Pukul 17.00 WIB

Ilustrasi pesawat maskapai Sriwijaya Air. - Antara/Suriani Mappong
10 Januari 2021 16:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menghentikan pencarian Pesawat Sriwijaya Air PK CLC nomor penerbangan SJ 182 di sekitar perairan Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Minggu (10/1/2021) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kita lihat sudah mulai mendung dan tiupan angin juga cukup cepat, nanti kita lihat paling tidak pada pukul 15.00 WIB ini," kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Yassin Kosasih di Kapal Polisi Bisma 8003, Minggu siang.

Namun apabila cuaca kembali normal, kata Yassin, pencarian bisa berlanjut hingga pukul 17.00 WIB.

Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri mengerahkan total 64 personel penyelam untuk menyisir hingga ke dalam laut.

Baca juga: Cerita Warga Saat Pesawat Sriwijaya Air Jatuh: Kami Kira Itu Suara Petir

Sedangkan penyisiran di permukaan laut menggunakan enam kapal pendukung di antaranya KP. Bisma yang merupakan Kapal Patroli milik Ditpolair Korpolairud yang turut membantu pencarian korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air.

Kapal Polisi (KP) Kolibri - 4015, KP. Kasturi - 6002, KP. Elang Laut - 2003, KP. Pelatuk - 3013, KP. Sundaicus - 2001 dan KPC - 2004 serta tiga Kapal Patroli dari Ditpolairud Polda Metro Jaya.

Polairud juga dibantu dengan alat robotik yang berkemampuan menyelam sampai kedalaman 300 meter.

Baca juga: Polda Kalbar Kumpulkan 10 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182

"Tadi sudah kita coba dan kita bawa ke lokasi yang dilakukan penyelaman. Jam 10.00 WIB, kami ada sekitar 20 orang penyelam yang kita kirim di sekitar Pulau Laki kurang lebih 2 jam kita menyelam di kedalaman sekitar 20 meter," katanya.

Untuk pemantauan via udara dikerahkan dua unit armada helikopter untuk memantau kondisi permukaan air laut.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Sumber : Suara.com