Advertisement
Cerita Friderica Widyasari saat Ditunjuk Pjs Ketua dan Waka DK OJK
Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Pjs Ketua dan Wakil Ketua DK OJK usai mundurnya pimpinan OJK di tengah gejolak pasar saham. - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK menyusul pengunduran diri sejumlah pimpinan lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Penunjukan ini diputuskan melalui rapat internal Dewan Komisioner OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan, rapat internal digelar setelah beberapa anggota Dewan Komisioner OJK menyatakan mundur dari jabatannya. Rapat tersebut membahas pengisian jabatan strategis yang kosong agar roda kelembagaan tetap berjalan optimal.
Advertisement
Dari hasil rapat, Dewan Komisioner OJK menyepakati Friderica Widyasari Dewi sebagai Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia menggantikan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua DK OJK.
Dalam rapat yang sama, Dewan Komisioner juga menetapkan Hasan Fauzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Hasan Fauzi menggantikan Inarno Djajadi yang turut mengundurkan diri.
BACA JUGA
Penunjukan Friderica dan Hasan Fauzi didasarkan pada pengalaman panjang keduanya di sektor pasar modal. Hal tersebut menjadi pertimbangan utama Dewan Komisioner dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap pasar keuangan nasional.
“Sehingga akhirnya saya dan Pak Hasan yang kemudian di rapat anggota Dewan Komisioner sepakat untuk menunjuk saya sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Waka, dan Pak Hasan sebagai Pejabat Sementara KIPMDK. Karena kebetulan pasar modal ini sudah rumah kami berdua ya Pak Hasan,” tutur Friderica dalam dialog di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2025).
Seiring dengan amanah barunya, Friderica mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi pasar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat integritas pasar modal serta melanjutkan reformasi tata kelola sektor keuangan.
“Insyaallah tidak usah khawatir Bapak Ibu ya. Kita sama-sama, kita memahami permasalahannya, dan kita sama-sama mencari jalan keluar untuk bisa bersama-sama meningkatkan atau melakukan reformasi integritas di sektor pasar modal,” pungkasnya.
Friderica Widyasari Dewi secara resmi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK setelah Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara mengundurkan diri. Saat ini, ia juga masih mengemban jabatan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.
Dari sisi pendidikan, Friderica merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 2001, kemudian melanjutkan pendidikan MBA di California State University of Fresno, Amerika Serikat pada 2004. Ia meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude pada 2019.
Pengalaman Friderica di pasar modal terbilang panjang. Ia memulai karier sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2006–2007, kemudian menjabat Sekretaris Perusahaan BEI pada 2007–2009. Istri dari Komjen Eddy Hartono tersebut selanjutnya dipercaya sebagai Direktur Pengembangan BEI pada 2009–2015.
Selain itu, Friderica juga pernah menduduki posisi strategis di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan pada 2015–2016 dan Direktur Utama KSEI pada 2016–2019.
Selepas dari KSEI, Friderica ditunjuk sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020–2022. Sejak 2023, ia juga menjabat sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre, serta menjadi anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.
Dalam kiprah internasional, Friderica tergabung sebagai Advisory Board OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022 hingga saat ini.
Sebelumnya, sejumlah pejabat OJK secara bersamaan mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026). Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah volatilitas pasar saham selama dua hari terakhir yang dipicu pengumuman MSCI, serta menyusul mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman.
Pejabat OJK yang mengundurkan diri antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Aditya Jayaantara. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara kemudian turut menyatakan pengunduran diri pada Jumat malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Hari Kedelapan Pencarian, Korban Longsor Bandung Barat Bertambah 10
- Xmax Ridding Experience, Menikmati 5 Gunung Sekali Gas Bareng XMAX
- Bus Tabrak Truk di Tol Ngawi-Kertosono, Polisi Duga Sopir Mengantuk
- Pemerintah Tegaskan Perang terhadap Saham Gorengan di Pasar Modal
- KPK Selidiki Dugaan Perusakan Bukti Kasus Kuota Haji 2024
- Pemerintah Dorong Reformasi Royalti Digital, Menkum Soroti Peran LMKN
- Imbang di Maguwoharjo, PSS Sleman Gagal Rebut Puncak Klasemen
Advertisement
Advertisement



