Advertisement
396 Nakes Diterjunkan untuk Pemulihan Bencana Aceh
Kondisi Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur setelah banjir bandang, Kamis (27/11/2025). ANTARA - ist.Warga
Advertisement
Harianjogja.com, BANDA ACEH—Upaya penanganan dampak banjir dan longsor di Aceh kembali diperkuat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Dinas Kesehatan Aceh menerjunkan ratusan tenaga cadangan kesehatan (TCK) ke sejumlah wilayah terdampak untuk mendukung layanan kesehatan pada fase pemulihan pascabencana.
Sebanyak 396 tenaga kesehatan yang tergabung dalam TCK Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Aceh mulai diberangkatkan ke delapan kabupaten/kota terdampak bencana dan akan bertugas hingga 14 hari ke depan.
Advertisement
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan pelepasan TCK Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Aceh Angkatan IV tersebut dilakukan di halaman parkir Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu.
“TCK Kemenkes bersama Dinkes Aceh yang diterjunkan hari ini berjumlah 396 nakes, bekerja hingga 14 hari ke depan, di delapan kabupaten/kota terdampak bencana,” katanya.
BACA JUGA
Ferdiyus menjelaskan, sejak masa tanggap darurat bencana hingga saat ini, lebih dari 1.200 tenaga kesehatan dari Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Aceh telah diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan di berbagai kabupaten dan kota terdampak di Tanah Rencong.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas TCK di lapangan, baik pada masa tanggap darurat maupun pada tahap pemulihan pascabencana.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Keistimewaan dan Kesejahteraan Aceh Syakir, turut memberikan penghargaan atas dedikasi TCK Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Aceh selama menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
“Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada TCK Kemenkes RI atas dedikasi serta komitmennya membantu masyarakat pada masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana di Aceh,” ujarnya.
Ia menuturkan, memasuki hari ke-67 pascabencana, Aceh kini berada dalam fase pemulihan yang membutuhkan ketekunan, konsistensi, serta dukungan lintas sektor agar dapat berjalan optimal.
Pada fase tersebut, tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak dinilai semakin kompleks, mulai dari potensi munculnya berbagai penyakit hingga kebutuhan pemulihan kondisi fisik dan mental warga.
“Pada fase pemulihan, kehadiran tenaga kesehatan tentu menjadi penopang yang sangat penting agar proses pemulihan dapat berjalan berkelanjutan, efektif, dan tepat sasaran,” katanya.
Pemerintah Aceh menyadari bahwa tugas yang diemban para tenaga kesehatan tidaklah ringan. Namun, dengan kompetensi, pengalaman, serta kerja sama yang solid, upaya pelayanan kesehatan di wilayah terdampak diyakini dapat dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab, seiring komitmen pemerintah daerah untuk terus memastikan koordinasi di lapangan berjalan optimal.
“Pemerintah Aceh berkomitmen terus mendukung dan memastikan koordinasi berjalan optimal di lapangan. Selamat bertugas, tetap jaga kesehatan bagi seluruh tim. Insyaallah kerja-kerja saudara menjadi amal jariah dan selalu dilindungi Allah,” demikian Mualem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Malioboro Jadi Kawasan Full Pedestrian, Kendaraan BBM Dilarang Masuk
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Dibuka, KAI Ingatkan Antisipasi Lonjak
- Grand Filano Touring: Akhirnya Bisa Main Padel Bolo
- AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Komandan IRGC Ikut Disasar
- Prabowo Pastikan Stabilitas Pasar Modal di Tengah Gejolak Keuangan
- Hari Kedelapan Pencarian, Korban Longsor Bandung Barat Bertambah 10
- Xmax Ridding Experience, Menikmati 5 Gunung Sekali Gas Bareng XMAX
- Bus Tabrak Truk di Tol Ngawi-Kertosono, Polisi Duga Sopir Mengantuk
Advertisement
Advertisement



