Presiden Jokowi Disarankan Lakukan Hal Ini Sebelum Divaksin

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden
13 Januari 2021 10:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac pada hari ini, Rabu (13/1/2021). Vaksinasi tersebut merupakan yang pertama kali di Indonesia. Proses vaksinasi terhadap Presiden akan ditayangkan secara langsung melalui live streaming.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa Presiden Jokowi disarankan untuk melakukan sejumlah hal sebelum melakukan vaksinasi.

"Semua yang divaksin cukup tidur dan disarankan sarapan lebih dahulu,” kata Heru dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021).

Heru menambahkan, tim medis yang bakal menyuntikkan vaksin Sinovac kepada Jokowi berasal dari dokter kepresidenan. 

Heru mengatakan pada hari ini Presiden Jokowi tidak menjalani suntik perdana vaksin Covid-19 Sinovac sendirian, tetapi ada beberapa kelompok masyarakat yang juga akan disuntik vaksin Covid-19.

"Pak presiden saja dengan berbagai lapisan unsur masyarakat ada perawat, ada perwakilan tokoh agama, ada perwakilan pengusaha dan tentu masyarakat pedagang," kata Heru melalui keterangan, Rabu (13/1/2021).

Heru juga mengatakan bahwa para jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju tidak akan disuntik vaksin Covid-19 bersama Presiden Jokowi pada hari ini.

Menurutnya, proses vaksinasi kepada para menteri akan dilakukan pada hari lainnya dan untuk prosesnya nanti akan dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Para menteri di hari lain sedang di persiapkan oleh kemenkes karena menteri-menteri akan bersama eselon satunya masing-masing dan ada jadwalnya. Namun secepatnya," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan bahwa penerbitan EUA dilakukan setelah pihaknya melakukan kajian terhadap uji klinis fase III vaskin Covid-19 Sinovac yang dilakukan di Bandung. Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil.

Penny menyatakan bahwa vaksin Coronavac telah menunjukkan kemampuan dalam pembentukan antibodi dan kemampuan antibodi di dalam tubuh untuk membunuh atau menetralkan virus atau imunogenisitas.

"Hasil uji klinis di Bandung menunjukkan imunogenisitas yang baik," kata Penny dalam keterangan pers, Senin (11/1/2021).

Tingkat kemanjuran atau efikasi vaksin Covid-19 berdasarkan hasil uji klinis di Bandung ialah 65,3 persen.

Berdasarkan data-data tersebut dan mengacu persyaratan dari WHO dalam pemberian persetujuan EUA untuk vaksin Covid-19, Penny menyatakan bahwa vaksin Coronavac memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan dalam kondisi darurat.

Sumber : Bisnis.com