Masih Panjang, Epidemiolog Sebut Covid-19 Belum Selesai Tahun Ini

Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
12 Januari 2021 18:37 WIB Ipak Ayu H Nurcaya News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko menilai kegiatan vaksinasi Covid-19 yang akan dimulai pada esok, Rabu (13/1/2020) tetap harus dibarengi dengan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Apalagi tingkat efikasi vaksin CoronaVac yang akan digunakan ini masih 65,3 persen dari hasil uji klinis di Bandung. Belum lagi persoalan jumlah vaksin yang belum akan mengcover seluruh penduduk Indonesia tahun ini.

Tri menyebut tercapainya cakupan yang maksimal atau herd immunity sesuai WHO bisa 70 persen jika efikasi vaksin 90 persen.

"Jadi sekarang kalau dengan vaksin CoronaVac itu harus 95 persen dari penduduk Indonesia dulu divaksin baru itu bisa efektif. Kuncinya memang masyarakat masih harus memakai masker dan pemerintah melakukan tes sebanyak-banyak, menangkap kasus positif Covid-19 sebanyak-banyaknya dan isolasi pasien sebanyak-banyaknya," kata Tri kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Selasa (12/1/2020).

Dia mengemukakan saat ini level Covid-19 di Indonesia masih dalam kategori wabah yang belum turun. Alhasil, vaksin bisa dikatakan efektif jika level sudah turun menjadi endemi.

Menurut Tri, salah satu indikatornya yakni grafik kasus mingguan telah menurun telah turun dan setidaknya kasus harian sudah di bawah 1.000. Itu juga dengan catatan penanganan yang maksimal pada setiap daerah.

"Apalagi vaksinasi belum akan selesai tahun ini. Kita liha dulu vaksin merah putih nantinya yang akan membuka peta berbeda," ujar Tri.

Sumber : Bisnis.com