Minyakita Bau Minyak Tanah di Wonogiri, Polisi Tunggu Hasil Uji BPOM
Polisi masih menyelidiki dugaan Minyakita beraroma minyak tanah dalam bantuan CPP di Wonogiri sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM Solo.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini mengenai cuaca ekstrem yang berpotensi mendatangkan bencana alam di sejumlah daerah dalam tujuh hari ke depan.
"Untuk tujuh hari ke depan diprediksikan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Minggu (10/1/2021).
Cuaca ekstrem dalam tujuh hari ke depan diprakirakan meliputi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Kondisi cuaca yang ekstrem bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor serta membahayakan aktivitas pelayaran dan penerbangan.
Daerah yang menurut BMKG harus mewaspadai kemungkinan banjir adalah Aceh Barat Daya, Tapanuli di Sumatera Utara, Indragiri di Riau, Pesisir Selatan dan Solok di Sumatera Barat, Bungo dan Kerinci di Jambi, Bangka-Belitung, Lampung Barat, Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian barat dan timur, Jawa Tengah bagian timur wilayah pesisir utara serta tengah dan barat, Jawa Timur bagian barat, dan wilayah Tapal Kuda.
Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Selatan bagian selatan, Sulawesi Tengah bagian tengah, Sulawesi Barat bagian tengah, Sulawesi Selatan bagian utara dan selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Papua Barat wilayah sekitar Teluk Bintuni, serta Papua bagian barat dan tengah juga menghadapi potensi banjir.
"Informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan ini sebagai upaya mitigasi agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat," kata Guswanto.
Ia juga meminta masyarakat dan pengelola pelayaran terus memonitor informasi dari BMKG dan mewaspadai potensi munculnya gelombang tinggi dari 10 sampai 13 Januari 2021.
Gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter berpeluang terjadi di perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Nusa Tenggara Barat, perairan timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, perairan Kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, serta Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, dan perairan utara Singkawang berpeluang kedatangan gelombang dengan tinggi empat sampai enam meter dan gelombang dengan tinggi lebih dari enam meter berpeluang menghampiri Laut Natuna Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi masih menyelidiki dugaan Minyakita beraroma minyak tanah dalam bantuan CPP di Wonogiri sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM Solo.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.