240 Warga Israel Positif Covid-19 setelah Disuntik Vaksin Pfizer

Ilustrasi. - Reuters
02 Januari 2021 14:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, ISRAEL - Berita mengejutkan datang dari Israel. Setidaknya 240 warga di negara tersebut dilaporkan positif Covid-19 setelah menerima vaksin Pfizer tahap pertama. Hal ini memberi peringatan pada setiap orang untuk tetap menjaga kesehatan meskipun sudah menerima suntikan.

Melansir dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com yang disadur dari Times of Israel Sabtu (2/1/2021)) vaksin Pfizer tidak dibuat dengan virus corona sehingga setiap orang tetap berpeluang terinfeksi Covid-19.

Suntikan itu berisi potongan kode genetik yang melatih sistem kekebalan untuk mengenali protein berduri di permukaan virus dan membuat antibodi untuk menyerang jika bertemu dengan yang asli.

Baca juga: Sebagian Kampus di Jogja Belum Siap Kuliah Tatap Muka

Penelitian menyebut kekebalan terhadap virus meningkat sekitar 50% di hari ke 8-10 setelah suntikan pertama. Itulah sebabnya, mengapa vaksin dosis kedua yang diberikan 21 hari setelah vaksin pertama sangat penting.

Suntikan dosis kedua memperkuat respons sistem kekebalan terhadap virus, membuatnya menjadi 95% efektif dan memastikan bahwa kekebalan bertahan. Tingkat kekebalan ini tercapai sekitar seminggu setelah dosis kedua atau 28 hari setelah dosis pertama.

Hasil penelitian juga menyebutkan masih ada kemungkinan tertular virus corona sekitar 5% meskipun orang yang bersangkutan sudah menyelesaikan suntikannya dengan sempurna.

Sebuah laporan menyebutkan sebagian besar warga Israel tak merasakan efek samping setelah disuntik vaksin covid-19 dan sekitar satu dari seribu orang menderita efek samping ringan.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Status Tanggap Darurat Gunung Merapi

Sejauh ini, efek samping yang paling umum dilaporkan adalah lemah, pusing dan demam dengan 319 kasus gabungan. Lima orang juga dilaporkan menderita diare.

Sementara itu, 293 orang lainnya nyeri, pembatasan gerakan, bengkak dan kemerahan di daerah sekitar suntikan. Empat belas orang mengalami reaksi alergi seperti gatal dan bengkak pada lidah dan tenggorokan.

Selain itu, 26 orang menderita apa yang oleh kementerian digambarkan sebagai "gejala neurologis", dengan 19 orang mengeluh sensasi geli di lengan mereka.

Sumber : suara.com