Tagar Boikot JNE Trending di Twitter, Ternyata Begini Awal Mulanya..

Tanggapan JNE atas viral BoikotJNE di Twitter, Sabtu (12/12/2020) - Dok. Instagram
12 Desember 2020 19:57 WIB Rio Sandy Pradana & Rinaldi M. Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE menjadi trending topic di Twitter dengan lebih dari 23.900 cuitan #BoikotJNE.

Kejadian ini bermula saat akun Twitter @JNE_ID mengunggah video Haikal Hassan Baras saat mengucapkan selamat ulang tahun ke-30 kepada JNE, yang saat ini sudah dihapus. Bahkan, admin akun JNE membalas ucapan tersebut dan langsung mendapatkan respons negatif dari netizen.

"Alhamdulillah di #jumatberkah hari ini JNE mendapat ucapan dari Ustadz Haikal Hasan. Terima kasih atas doa-doa penyemangatnya, Ustadz. Aamiin ya Rabbal alamin...," tulis JNE beberapa waktu lalu.

Tidak sedikit netizen yang menuduh JNE telah mendukung Haikal Hassan yang diketahui merupakan Sekjen HRS Center. Sementara, HRS Center adalah lembaga bentukan Rizieq Shihab, pentolan Front Pembela Islam (FPI), yang saat ini sedang diperiksa Polda Metro Jaya sebagai tersangka.

Baca juga: Habib Rizieq Bantah Mangkir dari Panggilan Kepolisian

Puncaknya, #BoikotJNE masih menjadi trending saat menjelang Harbolnas 12.12, tepatnya pada Jumat (11/12/2020) dan masih diperbincangkan hingga hari ini.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, Sabtu (12/12/2020), banyak netizen yang menunjukkan aksi boikot dengan beragam cara. Salah satunya dengan menyelesaikan transaksi e-commerce Harbolnas 12.12 dengan menggunakan jasa kurir lain.

Seperti yang dilakukan akun @fazsalim yang mengunggah cuitan: Mulai Hari ini, ganti jasa ah, masih banyak Jasa Kurir yg lain. Daripada dikasih kadrun yang merusak persatuan bangsa. #BoikotJNE #JNEKadrun.

Selain itu, akun @sabarwahid_in23 menuliskan: Sudah lamaaa gak pake JNE, kami fokus pake jasa di-dua ekspedisi sahaja, POS Indonesia dan J&T #BoikotJNE.

Warganet dengan akun @Romise21 mengunggah sebuah foto yang diduga Haikal Hassan yang sedang berpose dengan sejumlah wanita yang mengenakan seragam JNE di depan spanduk bertuliskan Pengajian 2 Bulanan. Dia menuliskan: Haikal Hasan dgn Bidadari Zne #BoikotJNE.

Dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, menanggapi hal tersebut, Head of Media Relations Department JNE Hendrianida Primanti mengungkapkan sehubungan dengan pemberitaan atas trending di sosial media terkait JNE dituding mendukung Haikal Hassan dalam video ucapan ulang tahun JNE ke -30 menyampaikan keberatannya.

"Perkenankan kami menyampaikan keberatan atas isi berita tersebut bahwa JNE sebagai perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh anak bangsa, diawali dari pemahamannya sejak didirikan 30 tahun silam oleh Founding Father JNE, Bapak H. Soeprapto Soeparno," jelasnya, Sabtu (12/12/2020).

Dia menjelaskan JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan Memberi, Menyantuni dan Menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya.

Lebih lanjut, alasan kemunculan tagar yang marak di tengah Hari Belanja Nasional (Harbolnas) ini terangnya tidak mencerminkan nilai-nilai JNE.

Baca juga: Pemerintah Tolak Rekonsiliasi dengan Habib Rizieq, Ini Penyebabnya

"JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suku, ras, dan pandangan politik sebagaimana JNE memfasilitasi seluruh kegiatan mendukung 50.000 karyawan di seluruh nusantara yang juga dari berbagai latar belakang, suku, ras, serta agama," paparnya.

Ucapan HUT

Hendrianida menegaskan video-video ucapan ulang tahun yang dirilis di sosial media perusahaannya merupakan ucapan selamat ulang tahun yang ke-30.

"JNE menerima ucapan selamat ulang tahun dari pihak manapun dan merupakan sepenuhnya ucapan dari tokoh publik kepada perusahaan kami, sehingga tagline ‘Bahagia Bersama’ dapat bermakna mengantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia dan memberikan manfaat terhadap bangsa mau pun negara," katanya.

Dia berharap penjelasan ini menjadi informasi yang lebih benar agar tidak terjadi kesalahpahaman atas hal yang terjadi tersebut.

Sumber : bisnis.com