Hewan Ternak dari Merapi Akan Diberi Barcode

Bupati Magelang, Zaenal Arifin (kiri) saat Jumpa Pers Penanganan Covid-19 Rabu (9/9/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
10 Desember 2020 22:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Penanganan bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang akan menerapkan sistem digitalisasi. Tujuannya adalah penanganan yang cepat dan akurat. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memberikan barcode pada hewan ternak yang nantinya akan ikut diungsikan.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menekankan bahwa untuk menangani data terkait pengungsian Merapi dengan cepat dan akurat harus mengedepankan digitalisasi (kemajuan teknologi).

"Saya sudah berdiskusi dengan Kominfo kaitannya dengan digitalisasi. Kalau hewan ternak ini nanti juga akan ada barcodenya, punya siapa, dimana, bagaimana kondisinya, diungsikan di pasar mana juga harus jelas," katanya, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Belanja Keperluan Prokes, Desa di Bantul Rela Nombok Demi Pilkades

Selain itu pengungsian warga juga harus didata melalui digital, pengungsi dari mana dibawa kemana serta kebutuhannya apa. "Ini yang mesti harus didorong agar kita bisa menangani kalau terjadi erupsi lebih maksimal lagi," tambahnya.

Selain hewan ternak, lanjut Zaenal, ada kelompok rentan yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus antara lain, orang lanjut usia (lansia), ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan difabel.

Saat ini, Pemkab Magelang telah memiliki aplikasi Janoko yang isinya data pengungsian. Zaenal meminta agar aplikasi yang dibuat oleh Dinas Kominfo itu juga dapat mengkaver data terkait pengungsi kelompok rentan tersebut.

Baca juga: KABAR KAMPUS: UPN Veteran Jogja Gelar Swab Test Massal untuk 911 Pimpinan dan Dosen

Untuk diketahui, dari data terakhir Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebutkan bahwa, aktivitas Merapi saat ini masih tinggi dengan deformasi dari yang sebelumnya 3 meter (tahun 2006 sudah meletus), kini per tanggal 7 Desember 2020 sudah mencapai 5 meter namun belum meletus.

"Kita memang tidak pernah tahu rahasia Tuhan dan Merapi itu, tetapi setidaknya kita sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Saya harap zero korban," tegas Zaenal.

Ia juga meminta agar dinas terkait bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang dapat meningkatkan serta menjalin sinergitas kerjasama dalam menangani kondisi Merapi.

Menurutnya, menghadapi kondisi Merapi ditambah lagi dengan Pandemi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat bukanlah satu hal yang mudah. Komunikasi merupakan salah satu kunci penting untuk berkoordinasi antara satu dinas dengan dinas lainnya.

"Saya mengapresiasi atas dukungan berbagai pihak baik TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, para relawan dan unsur masyarakat lainnya yang selama ini sudah bersama-sama mendukung Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menangani pengungsian Merapi dan pencegahan penyebaran Covid-19. Saya berharap sinergitas dan komunikasi ini dapat terus berjalan dengan baik, untuk bisa bersama-sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.