Advertisement
Fasilitasi Pencoblosan untuk Warga Positif Covid-19 Harus Transparan
Anggota DKPP RI Profesor Teguh Prasetyo. - Ist/dkpp.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meminta para penyelenggara Pilkada di wilayah DIY untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan secara ketat di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) seiring melonjaknya kasus Covid-19. Selain itu fasilitasi pemberian hak suara kepada pasien Covid-19 yang dilakukan penyelenggara Pilkada harus berjalan secara transparan.
Anggota DKPP RI Profesor Teguh Prasetyo mengingatkan kepada penyelanggara Pilkada di DIY agar prokes benar-benar dijalankan supaya tidak menimbulkan klaster baru. Potensi kerumunan harus diupayakan untuk dihindari. “Pelaksanaan pilkada jangan jadi klaster baru bagi penyebaran Covid-19, kita khawatir begitu ada kerumunan maka timbul klaster baru itu harus dihindari,” katanya, Minggu (6/12/2020).
Advertisement
BACA JUGA : Kasus Covid-19 Tambah 8 Ribu Sehari, Satgas Tetap Ajak
Proses pencoblosan harus diatur sedemikian rupa di setiap TPS agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang datang untuk memberikan suaranya. “Oleh karena itu dipastikan ada regulasi yang ketat, siapa yang harus datang diatur. Supaya tidak ada penumpukan, dipastikan ada APD agar bisa melaksanakan dengan baik,” katanya.
Teguh juga menyinggung soal pasien Covid-19 yang memiliki hak suara di Pilkada di DIY. Menurutnya KPU harus terbuka dengan parpol pendukung atau masing-masing paslon dalam memfasilitasi proses pemilihan untuk pasien Covid-19. Mereka harus tetap diberikan hak untuk memberikan suara, namun prosesnya harus bermartabat agar tidak bermasalah di kemudian hari.
“Kadang kami takut juga datang pada kerumunan, KPU enggak boleh abai terhadap posisi seperti ini. Metode harus dicari dalam posisi yang aman, yang jelas terbuka, transparan, adil, diketahui semua. Ada Bawaslu, parpol pendukung. Jangan tiba-tiba ini ada suara dari pasien Covid-19, tetapi tidak jelas asal-usulnya, bermasalah nanti di DKPP karena kinerjanya tidak terukur. Mestinya terbuka, ini ada pasien Covid-19, posisi ini bagaimana disaksikan parpol,” katanya.
BACA JUGA : KPU Optimistis Pilkada Bantul Berjalan Aman dan Sehat
Ia mengingatkan penyelenggara pemilu harus berlandaskan pada filsafat pemilu dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan wewenangnya sehari-hari. Sehinga tidak tergoda dengan kemungkinan adanya berbagai jenis iming-iming. penyelenggara sering menjadi sasaran sehingga harus mengokohkan komitmennya antara lain dengan filsafat pemilu.
“Karena berdiri di atas pijakan, jadi pada saat dia digoda itu dirayu tidak ikut, digoda tergoda tapi tidak mengikuti. Pemilu kita sebenarnya rumit, tetapi kalau kita pikir mendalam akan selesai. Coba kita pikir apakah ada hasil pemilu kita yang tidak selesai? Pasti selesai. Polarisasi keras tetapi saling memanusiakan akhirnya selesai, tradisi kita itu selesai, ini unik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
Advertisement
Satpol PP Bantul Petakan Akomodasi Ilegal, Tunggu Dasar Penindakan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Waspada! Puluhan Sapi di Kulonprogo Bergejala PMK
- Dilema Truk Robot di China, Teknologi Canggih Hadapi Jalan Rusak
- Crane Proyek Kereta Cepat Thailand Ambruk, Kereta Terbelah 28 Tewas
- Mahasiswa BEM Nusantara DIY Geruduk DPRD, Tolak Pilkada Lewat DPRD
- Jisung NCT Dream Jadi Polisi Muda di Crash 2
- Bayar Pajak Kendaraan Malam Hari di Gunungkidul, Ini Jadwalnya
- Tesla Model Y 2026 Resmi Meluncur, Opsi 7 Penumpang Kembali Hadir
Advertisement
Advertisement




