Advertisement
Warga Klaten di KRB III Merapi Dites Swab
Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN – Pemkab Klaten memperoleh bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 2.500 swab antigen untuk penanganan pengungsi Gunung Merapi. Rencananya, seluruh warga Klaten yang tinggal di kawasan rawan bencana III erupsi Merapi bakal menjalani swab test memanfaatkan bantuan tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan ada bantuan 2.500 swab antigen dari BNPB itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Bantuan itu diprioritaskan untuk melakukan tes usap bagi warga yang tinggal di KRB III erupsi Merapi. Daerah KRB III erupsi Merapi itu berada di tiga desa yakni Sidorejo, Balerante, dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.
Advertisement
BACA JUGA : BNPB Serahkan 2.500 Alat Swab Antigen ke Barak
“Bicara jumlah penduduk, total jumlah penduduk di tiga desa itu ada sekitar 9.000 orang. Kemudian bicara warga di KRB III yang menjadi prioritas seluruhnya ada 1.046 orang. Kami sudah sampaikan ke Dinkes otomatis seluruh jiwa di KRB III ditargetkan untuk dilakukan swab,” kata Haris, Rabu (2/12/2020).
Selain warga yang tinggal di kawasan rawan bencana III, swab test diprioritaskan kepada aparatur desa serta sukarelawan yang ada di desa. pasalnya, mereka saban hari mengurusi tempat evakuasi sementara (TES) ketika ada pengungsi.
“Kalau nanti termasuk pemerintah desa dan sukarelawan desa paling tidak ada 1.300-1.400 orang yang diprioritaskan swab. Termasuk nanti sukarelawan yang dari bawah juga dilakukan swab. Kemudian sisanya nanti dimanfaatkan untuk yang lain dengan metode teknis diatur dari Dinkes,” kata Haris.
BACA JUGA : DIY Dapat 10 Tenda Covid-19 untuk Pengungsi Merapi
Screening
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan TES menjadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran untuk memperluas screening swab test di Klaten. “Alhamdulillah di dua tempat pengungsian yang sudah terisi sudah ada swab dan hasilnya negatif,” kata dia.
Sebelumnya, Koordinator TES Balerante, Jainu, mejelaskan sudah ada swab test secara bertahap kepada para pengungsi maupun sukarelawan. Pada tahap pertama, swab test dilakukan kepada 25 orang yang sudah mengungsi. Hasilnya, mereka dinyatakan negatif dari terpapar virus corona.
Swab test tahap kedua dilakukan kepada 48 pengungsi di Balerante yang digelar pada Sabtu (28/11/2020). Tes usap tahap kedua itu dilakukan petugas Puskesmas Kemalang memanfaatkan bantuan swab antigen dari BNPB.
BACA JUGA : Cegah Covid-19, Semua Pengungsi Merapi Jalani Rapid Test
“Hasilnya bisa segera diketahui dan negatif semua. Jadi total sudah ada 73 orang yang mengikuti swab test dan semuanya dengan hasil negatif. Belum semua pengungsi dilakukan swab test. Kemungkinan nanti akan dilakukan secara bertahap,” kata Jainu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Pasca Maduro Ditangkap, Trump Incar Minyak Venezuela
- Jadwal dan Tarif DAMRI Jogja-Semarang PP, 4 Januari 2026
- Kebakaran Pabrik Tahu di Bantul, Api Diduga dari Tungku
- Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela
- Sekjen PBB Peringatkan Dampak Aksi AS di Venezuela
- Delcy Rodriguez: Nicolas Maduro Masih Presiden Venezuela
- Oxford United Pinjam Jamie Donley
Advertisement
Advertisement




