Libur Lebaran, Wisata Klaten Diserbu Ratusan Ribu Pengunjun
Libur Lebaran 2026, wisata Klaten dikunjungi 555 ribu orang, Prambanan hingga umbul jadi favorit wisatawan.
Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KLATEN – Pemkab Klaten memperoleh bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 2.500 swab antigen untuk penanganan pengungsi Gunung Merapi. Rencananya, seluruh warga Klaten yang tinggal di kawasan rawan bencana III erupsi Merapi bakal menjalani swab test memanfaatkan bantuan tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan ada bantuan 2.500 swab antigen dari BNPB itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Bantuan itu diprioritaskan untuk melakukan tes usap bagi warga yang tinggal di KRB III erupsi Merapi. Daerah KRB III erupsi Merapi itu berada di tiga desa yakni Sidorejo, Balerante, dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.
BACA JUGA : BNPB Serahkan 2.500 Alat Swab Antigen ke Barak
“Bicara jumlah penduduk, total jumlah penduduk di tiga desa itu ada sekitar 9.000 orang. Kemudian bicara warga di KRB III yang menjadi prioritas seluruhnya ada 1.046 orang. Kami sudah sampaikan ke Dinkes otomatis seluruh jiwa di KRB III ditargetkan untuk dilakukan swab,” kata Haris, Rabu (2/12/2020).
Selain warga yang tinggal di kawasan rawan bencana III, swab test diprioritaskan kepada aparatur desa serta sukarelawan yang ada di desa. pasalnya, mereka saban hari mengurusi tempat evakuasi sementara (TES) ketika ada pengungsi.
“Kalau nanti termasuk pemerintah desa dan sukarelawan desa paling tidak ada 1.300-1.400 orang yang diprioritaskan swab. Termasuk nanti sukarelawan yang dari bawah juga dilakukan swab. Kemudian sisanya nanti dimanfaatkan untuk yang lain dengan metode teknis diatur dari Dinkes,” kata Haris.
BACA JUGA : DIY Dapat 10 Tenda Covid-19 untuk Pengungsi Merapi
Screening
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan TES menjadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran untuk memperluas screening swab test di Klaten. “Alhamdulillah di dua tempat pengungsian yang sudah terisi sudah ada swab dan hasilnya negatif,” kata dia.
Sebelumnya, Koordinator TES Balerante, Jainu, mejelaskan sudah ada swab test secara bertahap kepada para pengungsi maupun sukarelawan. Pada tahap pertama, swab test dilakukan kepada 25 orang yang sudah mengungsi. Hasilnya, mereka dinyatakan negatif dari terpapar virus corona.
Swab test tahap kedua dilakukan kepada 48 pengungsi di Balerante yang digelar pada Sabtu (28/11/2020). Tes usap tahap kedua itu dilakukan petugas Puskesmas Kemalang memanfaatkan bantuan swab antigen dari BNPB.
BACA JUGA : Cegah Covid-19, Semua Pengungsi Merapi Jalani Rapid Test
“Hasilnya bisa segera diketahui dan negatif semua. Jadi total sudah ada 73 orang yang mengikuti swab test dan semuanya dengan hasil negatif. Belum semua pengungsi dilakukan swab test. Kemungkinan nanti akan dilakukan secara bertahap,” kata Jainu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bug WhatsApp di sejumlah HP Android bisa membuka galeri saat layar terkunci. Simak perangkat yang terdampak dan cara mengurangi risikonya.
DPRD Kabupaten Kulonprogo resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman
Sebanyak 21 bakal calon lurah dalam proses pengisian lurah melalui mekanisme pergantian antarwaktu di Kabupaten Sleman dinyatakan lolos seleksi administrasi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan BISA PandAI melalui program BISA Vokasi yang berfokus pada penerapan teknologi kecerdasan buatan
Jadwal bola 4-5 September 2026 menghadirkan Arema FC, Bali United, Liverpool, Real Madrid, PSG hingga Galatasaray. Cek jadwal lengkapnya.