Advertisement
Kaum Milenial Kota Magelang Punya Potensi, Butuh Wadah Kembangkan Kreativitas
Windarti Agustina (tengah) bersama Eno Untari (kanan) saat Talkshow milenial Kota Magelang Mau Dibawa Kemana di Resto De'Menake Semesta Area, Desa Candirejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (1/12/2020). Kegiatan ini mengikuti protokol kesehatan yaitu menjaga jarak dan menggunakan penutup muka. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG- Jumlah penduduk usia muda atau kaum milenial di Kota Magelang saat ini sebanyak 30.000 hingga 35.000, atau hampir 30% dari penduduknya. Mereka memiliki potensi yang luar biasa dan membutuhkan wadah untuk mengembangkan kreativitasnya.
Hal itu terungkap dalam acara live talkshow dengan tema Milenial Kota Magelang Mau Dibawa Kemana yang menghadirkan narasumber aktivis Kota Magelang, Windarti Agustina dan seorang milenial Kota Magelang, Eno Untari. Kegiatan yang digelar di Warung Makan De'Menake Kompleks Rest Area Semesta Borobudur ini disiarkan melalui Youtube, Instagram dan Facebook Harian Jogja.
Advertisement
Windarti mengatakan milenial Kota Magelang memiliki potensi yang sangat beragam. "Mereka butuh tempat khusus untuk anak muda. Memang sudah ada karang taruna, namun ada juga yang belum terwadahi," kata Wakil Wali Kota Magelang periode 2015-2020 ini.
Baca juga: Libur Nataru, Penumpang Udara Diprediksi Hanya Naik 20 Persen
Menurutnya, tugas pemangku kepentingan untuk menyiapkan tempat bagi mereka. Ia mencontohkan seperti sebuah co working space untuk tempat pemuda berkumpul dan berdiskusi positif. Milenial juga membutuhkan market place untuk mewadahi mereka yang punya usaha. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi para mileial muda yang memiliki bakat beragam tapi belum maksimal berkembang.
Windarti yang suka melakukan blusukan untuk menjumpai warga secara lebih dekat ini mengungkapkan sempat bertemu dengan milenial bergerak di bidang otomotif. "Mereka menganggap Kota Magelang punya potensi luar biasa tapi sarana prasanara terbatas, padahal prestasi mereka nasional dan internasional sudah punya nama. Tapi saat balik ke Magelang, belum maksimal Magelang dalam memberikan sarana wadah bagi kawula muda ini," katanya.
Selam pandemi ini, ia mengaku banyak bertemu dengan warga di Kota Magelang. Menurutnya, mereka banyak mengalami keterbatasan tetapi tetap semangat berkreasi. Salah satunya menggunakan media sosial untuk mendukung kegiatan mereka. Karenanya, ia yakin sebenarnya milenial di Kota Magelang memiliki kreativitas tinggi.
Baca juga: Agar Bisnis Tetap Untung di Tengah Pandemi, Perhatikan Hal Ini!
Saat ini, Pemkot Magelang sudah memiliki program yakni Kreativitas dan Inovasi (Kreanova) yang menjadi ajang kompetisi bagi warga termasuk milenial. Bahkan salah satu pesertanya bisa menang di tingkat nasional. "Jangan takut minta bimbingan pada pemerintah, bisa lewat BLK atau Technopark di Balitbang, ini salah satu cara kreativitas mereka bisa diekspose, kami berikan fasilitas itu," jelasnya.
Kota Magelang sebagai smart city, katanya, memberikan pelayanan publik yang dilengkapi dengan teknologi informasi yang ada. Internet tanpa kabel (wifi) gratis saat ini di hampir semua kelurahan, sehingga anak-anak muda yang di rumah tidak punya kuota bisa memanfaatkan untuk berada di sekitar kantor kelurahan.
Adapun Eno Untari mengungkapkan seni budaya bisa dikolaborasikan dengan teknologi. Para pelaku seni bisa berkesenian dan disaksikan seluruh dunia, sehingga pelaku seni diharapkan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan diri. Namun, ia mengaku bahwa untuk berkarya di bidang seni, seperti membuat film, butuh peralatan yang tidak murah sehingga perlu dukungan fasilitas dari Pemerintah.
"Kaum muda di Kota Magelang sudah tidak asing lagi dengan gadget, yang dimanfaatkan dengan maksimal, banyak yang sudah memanfaatkan produk mereka, seperti editing video hingga tumbuhkan semangat wirausaha, mengajar, membuat makanan, produk-produk yang dipasarkan dengan market place dan medsos. Jadi, milenial di Kota Magelang ini adaptif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
Advertisement
Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Tujuh Tewas dalam Longsor Disertai Banjir Bandang di Cisarua Bandung
- Google Photos Siapkan Fitur Meme AI dari Foto Pribadi
- Lepas 6 Pemain, Persebaya Datangkan Pedro Matos
- Antisipasi Mudik, Polisi dan KAI Pantau Jalur KA Batara Kresna
- Ahli Gizi Soroti Risiko Terlalu Tinggi Serat pada Pola Makan Harian
- 3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya
- BMKG Catat Dampak Siklon Luana, Angin Kencang Ancam Jateng Selatan
Advertisement
Advertisement



