Teror di Sigi, Menko Polhukam Janji Negara Akan Lebih Tegas Lagi

Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/11/2020)./Antara - HO/Humas Kemenko Polhukam
30 November 2020 14:47 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memerintahkan aparat keamanan memperketat pengamanan menyusul teror di Sigi, Sulawesi Tengah.

Menko Polhukam menyampaikan pernyataan itu menyusul pembantaian terhadap satu keluarga di Sigi, oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

"Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan memperketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dan pihak-pihak yang ingin mengacau keamanan dan ketertiban di wilayah itu," kata Mahfud dalam jumpa pers yang ditayangkan di kanal Youtube Kemenkopolhukam, Senin (30/11/2020).

Dia memastikan bahwa pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini, lanjut dia, termasuk bagi warga di Kabupaten Sigi, Sulteng.

"Terutama setelah terjadinya tindakan teror dan kekerasan terhadap warga di wilayah itu. pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi, Sulteng, agar tidak terpancing oleh upaya-upaya provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu," ucap Mahfud.

Dia memastikan bahwa pemerintah bakal menindak tegas Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora yang menghabisi satu keluarga di Sigi, Sulteng.

Mahfud mengatakan saat ini pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang tegas dan sudah mengambil langkah-langkah yang tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi. Operasi ini dipimpin oleh Polri dalam tim atau satgas Tinombala yang karena Kapolrinya berhalangan hadir maka pimpinan komando di lapangan akan disampaikan pesan dari Panglima TNI," ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa peristiwa ini buka perang suku apalagi perang agama. Dia menegaskan peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama MIT pimpinan Ali Kalora yang tidak bisa disebut mewakili agama tertentu.

"Ini sebenernya adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dengan tujuan menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," kata Mahfud.

Mahfud juga mengimbau kepada tokoh agama agar menyebarluaskan pesan-pesan damai kepada masyarakat.

"Karena sejatinya agama apa pun hadir di dunia ini untuk membangun perdamaian dan persaudaran," ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia