Reaktif Covid-19 dari Kerumunan di Markas FPI, 3 Warga Petamburan Kabur

Anggota kepolisian dengan mengenakan hazmat menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan menyusul adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Petamburan. - Antara
27 November 2020 13:57 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Puskesmas Tanah Abang menelusuri keberadaan tiga warga Petamburan yang kabur seusai dinyatakan reaktif Covid-19 dari pemeriksaan tes cepat.

Tes cepat itu dilakukan untuk keperluan penelusuran kontak erat Covid-19 buntut dari kerumunan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Besar Front Pembela Islam (FPI) pada Sabtu (14/11/2020).

BACA JUGA: Asap Merapi Muncul Setinggi 600 Meter dari Puncak Kawah

Puskesmas Tanah Abang bekerja sama dengan Rukun Warga (RW) setempat mencari keberadaan tiga warga yang kabur tersebut. Pasalnya, tiga warga itu bakal dilakukan tes swab untuk memastikan apakah mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak.

"Dua orang reaktif yang kemarin pulang pada Giat RDT Polda, sudah melakukan pemeriksaan Swab PCR di Puskesmas Tanah Abang," kata Kepala Puskesmas Tanah Abang Sari Ulfa saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2020).

Sari bercerita, seorang warga Petamburan yang reaktif Covid-19 tidak ditemukan lantaran tidak menyertakan alamat dan nomor telepon yang benar saat mengikuti tes cepat di SD 01 Petamburan tersebut.

"Satu orang reaktif tidak ditemukan pada alamat yang diberikannya saat dicari tim kami dan lintas sektor, nomor HP tidak bisa dihubungi," kata dia.

BACA JUGA: Amazon Keluarkan Rp7 Triliun untuk Bonus Karyawan

Sebelumnya, sebanyak 273 warga Petamburan mengikuti rapid test massal yang digelar selama tiga hari di SD 01 Petamburan, Jakarta.

Kepala Penanggungjawab Tim Rapid Test Biddokes Polda Metro Jaya Ipda Rismiani mengatakan, bahwa hari pertama dan kedua pelaksanaan rapid test diikuti oleh masing-masing 80 orang warga.

Kemudian, sebanyak 107 warga kembali mengikuti rapid test pada hari ini.

"Hari pertama 80, kedua 80, hari ini sebanyak 107 warga yang ikuti rapid test massal," kata Rismiani di lokasi, Selasa (24/11/2020).

BACA JUGA: Turki Hukum Ratusan Pelaku Kudeta dengan Penjara Seumur Hidup

Dia mengatakan, pihaknya mendapatkan kasus 5 warga yang reaktif Covid-19 saat dilakukan tes cepat.

Dia menambahkan, dua warga yang reaktif  sebelumnya dinyatakan negatif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen. Sementara, tiga warga lainnya memilih kabur setelah mengetahui dirinya reaktif Covid-19.

“Dua negatif, yang tiga lainnya disuruh menunggu tadi enggak sabaran, enggak balik lagi ke sini," tutur dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia