Advertisement
Reaktif Covid-19 dari Kerumunan di Markas FPI, 3 Warga Petamburan Kabur
Anggota kepolisian dengan mengenakan hazmat menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan menyusul adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Petamburan. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Puskesmas Tanah Abang menelusuri keberadaan tiga warga Petamburan yang kabur seusai dinyatakan reaktif Covid-19 dari pemeriksaan tes cepat.
Tes cepat itu dilakukan untuk keperluan penelusuran kontak erat Covid-19 buntut dari kerumunan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Besar Front Pembela Islam (FPI) pada Sabtu (14/11/2020).
Advertisement
BACA JUGA: Asap Merapi Muncul Setinggi 600 Meter dari Puncak Kawah
Puskesmas Tanah Abang bekerja sama dengan Rukun Warga (RW) setempat mencari keberadaan tiga warga yang kabur tersebut. Pasalnya, tiga warga itu bakal dilakukan tes swab untuk memastikan apakah mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak.
"Dua orang reaktif yang kemarin pulang pada Giat RDT Polda, sudah melakukan pemeriksaan Swab PCR di Puskesmas Tanah Abang," kata Kepala Puskesmas Tanah Abang Sari Ulfa saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2020).
Sari bercerita, seorang warga Petamburan yang reaktif Covid-19 tidak ditemukan lantaran tidak menyertakan alamat dan nomor telepon yang benar saat mengikuti tes cepat di SD 01 Petamburan tersebut.
"Satu orang reaktif tidak ditemukan pada alamat yang diberikannya saat dicari tim kami dan lintas sektor, nomor HP tidak bisa dihubungi," kata dia.
BACA JUGA: Amazon Keluarkan Rp7 Triliun untuk Bonus Karyawan
Sebelumnya, sebanyak 273 warga Petamburan mengikuti rapid test massal yang digelar selama tiga hari di SD 01 Petamburan, Jakarta.
Kepala Penanggungjawab Tim Rapid Test Biddokes Polda Metro Jaya Ipda Rismiani mengatakan, bahwa hari pertama dan kedua pelaksanaan rapid test diikuti oleh masing-masing 80 orang warga.
Kemudian, sebanyak 107 warga kembali mengikuti rapid test pada hari ini.
"Hari pertama 80, kedua 80, hari ini sebanyak 107 warga yang ikuti rapid test massal," kata Rismiani di lokasi, Selasa (24/11/2020).
BACA JUGA: Turki Hukum Ratusan Pelaku Kudeta dengan Penjara Seumur Hidup
Dia mengatakan, pihaknya mendapatkan kasus 5 warga yang reaktif Covid-19 saat dilakukan tes cepat.
Dia menambahkan, dua warga yang reaktif sebelumnya dinyatakan negatif Covid-19 setelah dilakukan swab antigen. Sementara, tiga warga lainnya memilih kabur setelah mengetahui dirinya reaktif Covid-19.
“Dua negatif, yang tiga lainnya disuruh menunggu tadi enggak sabaran, enggak balik lagi ke sini," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
Advertisement
Dishub Bantul Siapkan 5 Posko Mudik Lebaran 2026, Ini Lokasinya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ramadan 2026, PLN Hadirkan Sambungan Gratis, Kali Ini di Salatiga
- Surat Minta THR Atas Nama Polisi Diselidiki Polda
- Demi Indonesia Emas 2045, Kasus Stunting Harus Dicegah
- AS Rugi Rp33 Triliun Imbas Serangan Iran, Ini Rinciannya
- Cetak Generasi Unggul, Orang Tua Diminta Cermati Tumbuh Kembang Anak
- Disnakertrans DIY Perketat Pengawasan THR 2026
- Campuran Amla dan Kunyit Bantu Menjaga Jantung Tetap Sehat
Advertisement
Advertisement








