Advertisement
Harganya Rp52 Juta, Ini Detail Tas Louis Vuitton yang Dibeli Menteri KKP Edhy Prabowo
Tas LV Soft Trunk. - louisvuitton
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi kasus perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.
Edhy membeli beberapa barang-barang mewah termasuk tas Louis Vuitton. Tas yang ditunjukkan oleh KPK saat konferensi pers kepada media adalah tas Louis Vuitton (LV) berukuran 25cmx18cmx10cm. Tas ini merupakan tas selempang Soft Trunk untuk seri pria.
Advertisement
Adapun Soft Trunk LV hitam yang dimiliki Edhy Prabowo berbalut Monogram-emboss.

Tas ini terbuat dari kulit kulit sapi Taurillon. Mode tas kulit Taurillon hitam dengan resleting dan tali hitam-matte adalah desain terbaru untuk menciptakan pesan bahwa tas ini elegan dan tradisional.
Baca juga: Istri Menteri Edhy Prabowo Akhirnya Dilepas
Desain tas Soft Trunk ini juga terinspirasi dari koper klasik Louis Vuitton, memiliki sudut yang diperkuat dan bentuk kotaknya membangkitkan awal mula rumah sebagai pembuat bagasi.
Tali tas LV Soft Trunk ini dapat dilepas dan disesuaikan dengan kebutuhan. Tali tas ini berukuran sekitar 48cm-50cm, sangat disesuaikan untuk ukuran tubuh pria.

Sebagai informasi, tas LV Soft Trunk milik Edhy Prabowo dibuat di Prancis, Spanyol, Italia dan Amerika Serikat.
Adapun tas ini memiliki harga sekitar US$3.650 atau bila dihitung menggunakan kurs Rp14.30 per dolar mencapai Rp52,19 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Hari Ini, Sal Priadi CS Manggung di Lapangan Pancasila UGM
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement









