Advertisement

Bibit Siklon Tropis 96S Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Bali

Newswire
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:07 WIB
Maya Herawati
Bibit Siklon Tropis 96S Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Bali Foto ilustrasi bibit siklon. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, DENPASAR—Pola cuaca di wilayah selatan Indonesia yang semakin tidak menentu dinilai berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di Bali hingga Jumat (16/1/2025), seiring terdeteksinya Bibit Siklon Tropis 96S oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi cuaca ekstrem di Bali. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Jumat (16/1/2025).

Advertisement

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, di Denpasar, Kamis, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut mulai terbentuk pada 14 Januari 2026 pukul 14.00 WITA berdasarkan data Direktorat Meteorologi Publik.

Pusat Peringatan Siklon Tropis (Tropical Cyclone Warning Center/TCWC) Jakarta yang memantau pergerakan sistem ini menyampaikan melalui InfoBMKG bahwa pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 96S berada di Samudera Hindia sebelah selatan NTB.

Kecepatan angin maksimum pada sistem tersebut diperkirakan mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1.002 hektopascal (hPa).

BMKG menilai Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprakirakan bergerak ke arah barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia.

Meski demikian, BMKG mencatat adanya dampak tidak langsung terhadap cuaca ekstrem dan kondisi perairan di Indonesia, termasuk Bali, yang diperkirakan berlangsung hingga Jumat (16/1/2025) pukul 08.00 WITA.

Potensi cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasuk di wilayah Bali. Selain itu, gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok dan Selat Bali.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut hingga empat meter diperkirakan muncul di perairan Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di luar Bibit Siklon Tropis 96S, BMKG juga mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91W yang berada di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara, sehingga masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap dinamika cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Bantul
| Kamis, 15 Januari 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement