Andi Arief Sebut Negara Kalah ketika TNI Masuk Wilayah Politik

Andi Arief - Antara
21 November 2020 18:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menilai negara kalah ketika TNI sudah turun tangan ke wilayah politik.

Hal itu diungkapkannya melalui melalui akun Twitter @AndiArief_, pada Jumat (20/11/2020). Andi menyebut TNI sudah masuk ke wilayah politik, diundang presiden dan pendukungnya.

Pasalnya, negara dan seluruh pendukungnya dinilai sudah tak mampu. TNI, sebutnya, kemudian mengambil alih.

"Kalau TNI turun tangan, berarti negara dan seluruh pendukungnya kalah. sudah tak mampu. Propagandis sampai struktur lumpuh dan diambil alih TNI. Ini new normal. TNI masuk ke wilayah politik diundang Presiden dan pendukungnya," demikian cuitan akun Twitter tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat ini memang tidak spesifik menyebut peristiwa khusus yang dikritiknya dalam unggahan tersebut.

Namun, unggahan tersebut ramai dikomentari pengguna Twitter dan umumnya dikaitkan dengan peristiwa penurunan spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab oleh TNI. Seperti diketahui, perintah penurunan baliho tersebut keluar dari mulut Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Dalam unggahan lainnya, Sabtu (21/11/2020) pagi, Andi mengingatkan kembali pelibatan kekuatan bersenjata merupakan sebuah langkah yang penuh risiko. Dia menilai salah satu ciri utama jika borjuis kecil berkuasa adalah memilih jalan untuk mencari dan menciptakan musuh untuk mengkonsolidasikan dukungan yang sudah dalam tahap kritis.

Unggahan itu pun ramai dikomentari pengguna Twitter yang kebanyakan kembali menyinggung soal keterlibatan TNI di politik dan peristiwa penurunan baliho Rizieq Shihab. 

"Pikiran pendek melibatkan kekuatan bersenjata penuh resiko di tengah polarisasi yg kuat. Jangan terulang 65 !!" demikian cuitan lanjut akun tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia