Ini 4 Respons Masyarakat Terhadap Vaksin Virus Corona

Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters
09 November 2020 07:27 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penelitian yang dipimpin oleh Daniel Graeber dari Institut Jerman untuk Riset Ekonomi berpendapat bahwa sebenarnya ada empat jenis sikap masyarakat terhadap vaksin virus corona (Covid-19).

Mengutip dari Psychology Today, Senin (8/11/2020), berikut empat sikap tersebut terhadap vaksin Covid-19:
Antivaksin menggambarkan orang-orang yang tidak akan divaksinasi secara sukarela dan yang juga menentang kebijakan vaksinasi wajib dari pemerintah.

Anti-duty mengacu pada orang-orang yang akan mendapatkan vaksinasi secara sukarela tetapi bertentangan dengan kebijakan vaksinasi wajib.

BACA JUGA : 10 Provinsi Prioritas Vaksin Covid-19, DIY Tak Masuk 

Free riders menggambarkan orang-orang yang tidak akan divaksinasi secara sukarela tetapi lebih memilih vaksin wajib. "Kami menyebut kelompok ini sebagai pengendara gratis, karena mereka tampaknya ingin melihat kebaikan publik dari kekebalan kawanan yang diberikan oleh vaksinasi wajib, tetapi tidak akan secara sukarela berkontribusi untuk kebaikan ini," ungkap peneliovaksinasi mengacu pada orang-orang yang akan divaksinasi secara sukarela dan juga mendukung vaksinasi wajib.

Menganalisis data dari survei perwakilan orang dewasa Jerman, para peneliti menemukan 22 persen orang dewasa Jerman ada di kamp antivaksin,, 29 persen anti-duty, 8 persen menjadi free riders, dan 41 persen mendukung seorang profesional vaksin.

“Vaksin bisa berkontribusi maksimal dan efektif mengembalikan dunia ke kehidupan normal jika banyak orang yang benar-benar divaksinasi untuk menghasilkan kekebalan kawanan,” kata para peneliti.

“Hal ini menimbulkan dua pertanyaan mendasar: Apakah cukup banyak orang yang secara sukarela menjalani vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok? Atau akankah vaksinasi wajib terhadap Covid-19 diperlukan untuk mencapai kekebalan kawanan dan apa pendapat orang tentang kebijakan semacam itu?”

Menurut analisis mereka, cukup banyak orang dewasa Jerman mendukung vaksinasi sukarela, yang akan membuat kebijakan vaksinasi wajib tidak diperlukan. Namun, sulit untuk memprediksi dengan tepat berapa banyak orang yang akan menindaklanjuti niat mereka untuk mendapatkan vaksin virus corona.

BACA JUGA : 10 Provinsi Prioritas Vaksin Covid-19, DIY Tak Masuk

Para peneliti mengeksplorasi variabel demografi dan psikologis yang memprediksi sikap seseorang terhadap vaksin Covid-19

Peneliti mendapatkan hasil bahwa hampir 60 persen dari kelompok antivaksin adalah perempuan, mereka rata-rata berusia 48 tahun, 12 persen di antaranya memiliki gelar sarjana. Sementara itu, anggota kelompok provaksinasi cenderung lebih tua, laki-laki, dan memiliki gelar sarjana.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia