12 Tim Esport Berebut Gelar Juara FFNS 2026 Fall di GSP UGM
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Pekerja melinting rokok sigaret kretek. /Antara Foto.
Harianjogja.com, JOGJA--Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (RTMM) DIY merespons rencana kenaikan cukai rokok antara 17 % hingga 19% yang akan dilakukan pemerintah. Serikat pekerja ini menilai keputusan menaikkan cukai tersebut merupakan kabar buruk bagi buruh.
Ketua Federasi Serikat Pekerja RTMM-SPSI DIY Waljid Budi Lestarianto menyatakan dengan tegas menolak terkait rencana kenaikan cukai hasil tembakau oleh pemerintah. Menurut informasi rencana keanaikan itu berkisar antara 17% hingga 19%. Ia menilai kenaikan itu merupakan kabar duka bagi para buruh.
BACA JUGA : Struktur Tarif Cukai Rokok Disarankan Disederhanakan
“Ini merupakan kabar duka bagi para pekerja atau buruh terutama anggota FSP RTMM khusus nya di sektor sigaret kretek tangan, karena ini padat karya. Pekerja ini tersebar di seluruh DIY empat kabupaten dan satu kota,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (22/10/2020).
Ia menilai menaikkan cukai rokok di tengah pandemi dan situasi ekonomi yang sulit ini berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan pekerja. Apalagi industri terkena dampak Covid-19 yang penanganannya juga belum sepenuhnya jelas.
“Sebenarnya industri ini masih bisa produksi dan bertahan di tengah pandemi ini saja sudah sangat bagus. Nah kalau cukai dinaikkan tentu permintaan akan menurun, pekerja yang rata-rata ibu-ibu akan terancan kehilangan pekerjaan. Jika terjadi PHK, bagaimana dengan nasib mereka?,” katanya.
BACA JUGA : Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Kemenkeu Sebut Kesehatan
Waljid menyatakan dampak yang ditimbulkan tidak hanya keluarga pekerja, namun juga perekonomian yang berada di sekitar industri. Karena sebagian besar pekerja ini membelanjakan uangnya untuk membeli berbagai kebutuhan di sekitar tempat mereka bekerja.
“Maka dari itu kami dari pimpinan dari federasi serikat pekerja RTMM-SPSI DIY dengan tegas menolak rencana kenaikan cukai hasil tembakau,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
Haedar Nashir menilai korupsi menjadi salah satu persoalan terbesar Indonesia dan mendesak Presiden memimpin langsung pemberantasan korupsi.
Dua pelajar DIY resmi diberangkatkan mengikuti pelatihan Paskibraka Nasional di Jakarta sebelum bertugas pada HUT Ke-81 RI di Istana Negara.
DPUPKP Sleman mengembangkan Limasan.id yang memuat data tukang bersertifikat, penyedia material, dan jasa konstruksi tertib administrasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 14 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan mulai pukul 05.05 WIB.