Sudah Ada Titik Terang Soal Vaksin Covid-19 di Indonesia

Ilustrasi. - Freepik
19 Oktober 2020 21:17 WIB Salsabila Annisa Azmi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penyelesaian pandemi Covid-19 menemukan titik terang. Uji vaksin yang dikakukan oleh Biofarma mencapai tahap 3. Diprediksi pada akhir Januari 2021 Biofarma memproduksi vaksin dengan kapasitas 250 Juta dosis per tahun.

Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan saat ini tahap pengujian vaksin Covid-19 mencapai tahap 3 uji klinis. Sejauh ini sudah ada 1620 relawan yang mendapat suntikan vaksin pertama dan 1074 relawan telah mendapat suntikan kedua.

"Vaksin ini kan memang dua kali penyuntikkan, dua dosis, dosis pertama dan dosis kedua. Yang dosis pertama sudah selesai 1.620. Mudah-mudahan bisa selesai di akhir bulan Januari 2021. Laporan uji klinis akan digunakan untuk mendatangkan izin dari regulator," kata Bambang dalam Talkshow Menjemput Asa Vaksin Covid-19, Senin (19/10/2020) yang disiarkan dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

BACA JUGA: 41 Pelaku Usaha di Jogja Melanggar Protokol Covid-19

Bambang menjelaskan Bio Farma memiliki kapasitas untuk memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin per tahun. Sementara itu saat ini vaksin yang disuplai dari Sinovac sebanyak 260 juta dosis. Bio Farma akan memulai produksi vaksin tersebut secara bertahap jika sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi kira-kira sekitar 16 juta sampai 17 juta dosis per bulan yang bisa kita produksi tapi ini juga nanti tergantung dari ketersediaan atau waktu suplai dari Sinovac," kata Bambang.

Bambang menuturkan saat ini Bio Farma akan melakukan persiapan-persiapan yang dilakukan pada November dan Desember 2020 untuk mendatangkan vaksin, sebab masih perlu dilakukan sejumlah pengujian sebelum melakukan produksi vaksin di Bio Farma dalam rangka memastikan mutu, keamanan dan efikasi atau kemanjuran vaksin.

Indonesia sendiri memerlukan vaksin COVID-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Bambang mengatakan nantinya vaksin akan dijual dengan harga yang tidak memberatkan masyarakat. "Ada di kisaran harga Rp200.000," kata Bambang.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan efektivitas vaksin baru akan diketahui apabila uji klinis sudah tuntas seluruhnya. "Secara komplit nanti kita akan tahu hasilnya, efikasinya, adalah menunggu hasil itu," kata dia.

Wiku menjelaskan nantinya vaksin akan diprioritaskan untuk mereka yang masuk dalam daftar kelompok berisiko tinggi tertular Covid-19.

"Salah satunya adalah tenaga kesehatan, para dokter, perawat, dan masyarakat yang memberikan pelayanan publik karena mereka selalu setiap hari berinteraksi dengan pasien yang menderita Covid-19" kata Wiku.