Advertisement
Hasil Survei: Mayoritas Responden Yakin Vaksin Merah Putih Bakal Akhiri Pandemi
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Mayoritas responden optimistis vaksin Covid-19 bernama Merah Putih yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia akan mengakhiri pandemi. Hal itu tampak dalam hasil survei dari Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi). Survei itu melaporkan 70,7 persen publik meyakini hal itu.
"Tingkat optimisme yang tinggi menunjukkan apresiasi publik terhadap pemerintah yang sedang mengembangkan vaksin Merah Putih, serta merupakan representasi harapan masyarakat bahwa vaksin ini dapat menyelesaikan pandemi Covid-19," ungkap Manajer Riset Lembaga Survei Kedai Kopi, Justito Adiprasetio dalam webinar, Minggu (18/10/2020).
Advertisement
BACA JUGA : Sebanyak 1.620 Sukarelawan di Indonesia Sudah Disuntik
Menurutnya, Survei Opini Publik Pengembangan Vaksin Merah Putih dilakukan terhadap sejumlah pekerja di DKI Jakarta, menilai tingkat optimisme terhadap vaksin Merah Putih dan seputar pandemi Covid-19.
Justito mengatakan, survei tersebut juga mengungkap kenaikan persepsi ancaman Covid-19 di mata publik, dibandingkan enam bulan lalu. Sebanyak 64,7 persen responden yang menjawab bahwa Covid-19 sebagai sebuah ancaman.
Hal tersebut berbanding lurus dengan sedikitnya jumlah responden yang percaya bahwa orang Indonesia kebal terhadap Covid-19 yaitu sebesar 26,5 persen. Jumlah tersebut menurun 5,3 persen dari survei sebelumnya yang dilakukan pada awal September 2020 lalu.
“Meningkatnya persepsi ancaman Covid-19 dan semakin menurunnya tingkat kepercayaan bahwa orang Indonesia kebal terhadap Covid-19 merupakan sebuah penanda bahwa tingkat kesadaran publik akan bahaya dari virus itu meningkat," terang Justito.
Di samping itu, survei tersebut juga memperlihatkan terbaginya persepsi responden terhadap efektifitas dari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kedua oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
BACA JUGA : Vaksin Corona yang Aman Harus Jadi Prioritas
Sebanyak 49,8 persen menyatakan PSBB kedua ini efektif, berbanding tipis dengan yang menyatakan bahwa PSBB kedua ini tidak efektif sebanyak 48,7 persen. Selain itu, jumlah responden yang bekerja dari rumah sebanyak 30,5 persen, sedangkan yang masih masuk ke kantor sebanyak 36,1 persen. Sisanya, sebanyak 33,4 persen menyatakan bahwa mereka mendapatkan shift masuk bergiliran.
Selanjutnya, survei ini juga menunjukkan bahwa kasus positif Covid-19 sudah menjangkiti lingkungan terdekat. Sebanyak 26,5 persen responden menjawab bahwa ada orang dari lingkungan terdekat mereka yang terkena kasus positif Covid-19.
Rata-rata jumlah orang yang positif Covid-19 dari lingkungan terdekat tersebut sebanyak tiga hingga empat orang. Selebihnya, sebanyak 35 persen menjawab tidak dan 38,5 persen lainnya menjawab tidak tahu.
Dia menyebutkan, survei ini dilakukan pada 8 - 10 Oktober 2020 dengan menggunakan telepon (telesurvei) kepada 803 responden yang merupakan pekerja/karyawan kantor di DKI Jakarta.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Vaksin Corona Rp200.000 per Dosis
"Responden survei berasal dari panel survei Lembaga Survei Kedai Kopi dari Agustus 2018 – Agustus 2020 yang berjumlah 5.426 orang, dengan kriteria pekerja kantor di Jakarta dan berusia lebih dari 17 tahun. Dengan demikian tingkat respons (response rate) telesurvei adalah sebesar 14,8 persen," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Ikuti Google Maps, Pemudik Malah Masuk Jalan Sawah di Sleman
- Dampak Konflik Timur Tengah, Plastik di Korea Terancam Langka
- Daya Beli Turun, Kunjungan Wisata Glagah Ikut Menyusut
- Antoine Griezmann Resmi Hengkang ke MLS, Gabung Orlando City
- Mudik ke Gunungkidul Tahun Ini Diklaim Lebih Ramai dan Lancar
Advertisement
Advertisement







