Menko Airlangga Dilaporkan ke Polisi, DPR: Jangan Menaruh Curiga

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto - Bisnis/Arief Hermawan P
14 Oktober 2020 20:37 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi III Daerah Pemilihan NTB Sari Yuliati angkat bicara ihwal dilaporkannya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto ke Polda NTB. Airlangga dilaporkan oleh kelompok yang mengatasnamakan OKP Cipayung Plus Kota Mataram.

Pelaporan tersebut terkait pernyataan Airlangga mengenai unjuk rasa tolak Omnibus Law di beberapa daerah. Menanggapi hal tersebut, Sari berpesan agar para aktivis tidak berprasangka.

“Kawan-kawan aktivis Cipayung Plus NTB tidak perlu menaruh curiga berlebihan tentang statemen Pak Airlangga yang mengatakan ada yang menunggangi unjuk rasa. Pernyataan Pak Airlangga harus dimaknai sebagai pesan untuk menjaga kemurnian gerakan moral dan intelektual aktivis," ujar Sari dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

BACA JUGA : Airlangga: Tetap Utamakan Gerakan 3M! 

Menurut dia pernyataan Airlangga itu bermakna agar aktivis lebih preventif dalam melakukan unjuk rasa.

"Kan mana mungkin mahasiswa berpikir buat merusak fasilitas umum,” ujar Sari.

Ihwal pernyataan Airlangga terkait penunggangan gerakan, Sari mengatakan bahwa pemerintah dan aparat sudah mempunyai data yang komprehensif.

“Pak Airlangga, Pak Prabowo, Pangdam mempunyai data intelejen yang lengkap dan komprehensif dari intelejen negara mengenai siapa yang menunggangi aksi-aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law," ujarnya.

Sebelumnya Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan bahwa pihaknya tidak sembarang bicara tanpa bukti yang kuat terkait penunggang demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

BACA JUGA : Wisma Airlangga di Kaliurang Milik Pemda DIY Ditemukan

"Kita ini sudah memodernisasi peralatan, menggunakan scientific investigation. Jadi tidak asal-asalan. Kita ikuti perkembangan secara saksama, mengecek dulu sebelum melangkah," kata Wawan

Mengenai nama aktor yang dimaksud, Wawan tidak menjelaskan secara rinci.

"Tak elok disebut di sini, tapi ada," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia