Advertisement
Prediksi WHO, 10% Penduduk Dunia Positif Covid-19
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Program Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan menyebut 10% atau 1 dari 10 orang di dunia telah terinfeksi virus corona (Covid-19). Angka itu lebih dari 20 kali lipat data kasus yang terkonfirmasi.
WHO juga memperingatkan angkanya bisa terus bertambah ke depan. Pasalnya, penyebaran kasus Covid-19 akan semakin meluas mulai dari perkotaan hingga pedesaan di berbagai belahan dunia. Tetapi masyarakat diminta untuk tidak khawatir dikarenakan angka kematian kini sudah bisa ditekan.
Advertisement
"Sudah banyak kematian yang ditekan dan akan lebih banyak lagi nyawa yang akan diselamatkan," ungkap Ryan dalam rapat 34 eksekutif direksi WHO, Senin (5/10/2020).
Pada pertemuan tersebut Ryan menjabarkan belahan dunia bagian Asia Tenggara kini sedang menghadapi gelombang peningkatan jumlah kasus positif. Begitu juga dengan Eropa dan kawasan Mediterania Timur yang mengalami peningkatan kasus. Sementara wilayah Afrika dan Pasifik Barat juga tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya.
Data kasus positif yang dimiliki WHO dan juga Universitas Johns Hopkins saat ini sebanyak 35 juta orang. Data yang terkumpul saat ini dianggap jauh dari jumlah kasus positif yang sebenarnya. Berdasarkan prediksi 10% tadi, artinya diperkirakan 760 juta penduduk bumi telah terinfeksi covid-19 dari total 7,6 miliar orang di dunia saat ini.
Juru bicara WHO Dr. Margaret Harris menyampaikan data tersebut berdasarkan hasil studi mengenai antibodi rata-rata manusia. Artinya 90% manusia belum terinfeksi yang membuat ada peluang bagi virus untuk terus menyebarluas.
"Yang telah kita pelajari adalah setiap bagian dunia daerah dengan kepemimpinan kuat disertai dengan strategi komprehensif dan jelas, konsisten berkomunikasi, terhubung, dan memberdayakan masyarakatnya tidak ada kata terlambat untuk membalikkan keadaan," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur WHO.
Lebih lanjut Tedros menyampaikan dibutuhkannya keseriusan pemerintah dibidang kesehatan baik fasiltas maupun tenaga kesehatan dan juga menjaga kesehatan lebih ketat bagi seluruh penduduk bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement









