Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal Jelang Puncak 2026
Kemenhaj perketat pengawasan haji ilegal 2026 jelang puncak ibadah di Makkah dengan pembentukan Satgas dan aturan visa resmi.
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020)./JIBI-Bisnis.com-Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah mengumpulkan 14,8 juta data peserta calon penerima bantuan subsidi upah atau BSU, tetapi hanya 12,41 juta yang berhasil memperoleh bantuan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan data peserta yang memenuhi kriteria untuk menerima BSU sebanyak 14,8 juta orang. Dari sana, badan tersebut melakukan verifikasi berlapis untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai ketentuan.
Setelah proses validasi seperti pengecekan data kependudukan dan nomor rekening bank, hanya 12,4 juta data pekerja yang sesuai ketentuan. Terdapat 1,8 juta data yang tidak sesuai dengan kriteria dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 14/2020 dan terdapat sekitar 600.000 data yang tidak berhasil dikonfirmasi ulang.
Menurut Agus, kondisi tersebut ditengarai terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi geografis Indonesia yang mempersulit koordinasi dalam mengumpulkan data perusahaan-perusahaan di daerah terpencil. Selain itu, kepemilikan rekening bank bagi pekerja di daerah terpencil juga menjadi salah satu kendala.
“Sementara masih sering kita dapati kasus pelaporan data upah yang disalahgunakan dan cenderung merugikan pekerja karena lebih rendah daripada yang sebenarnya. Hal ini membuat BP Jamsostek harus ekstra selektif dalam melakukan validasi terkait kesesuaian data dengan kriteria Kementerian Ketenagakerjaan [Kemenaker]," ujar Agus pada Kamis (1/10/2020).
Agus menjelaskan bahwa program BSU tersebut bukan hanya dapat meringankan beban ekonomi masyarakat pekerja, juga membuka mata masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
BP Jamsostek telah menyerahkan data nomor rekening pekerja untuk gelombang terakhir kepada Kemenaker pada Rabu (30/9/2020). Sebanyak 578.230 data tervalidasi dan 40.358 data susulan telah diserahkan kepada kementerian tersebut, sehingga total data yang diserahkan pada gelombang kelima mencapai 618.588 data.
Sebelumnya, BPJAMSOSTEK telah menyerahkan data calon penerima BSU Gelombang I pada akhir Agustus 2020 sebanyak 2,5 juta orang, lalu Gelombang II pada awal September 2020 sebanyak 3 juta orang, Gelombang III satu pekan setelahnya 3,5 juta orang, Gelombang IV satu pekan setelahnya 2,8 juta orang, dan terakhir di Gelombang V.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kemenhaj perketat pengawasan haji ilegal 2026 jelang puncak ibadah di Makkah dengan pembentukan Satgas dan aturan visa resmi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.