Prajurit Kopassus Jadi Tersangka, Lalai Gunakan Senjata Tewaskan Letda Jihad
Prajurit Kopassus berinisial AG ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian penggunaan senjata yang menewaskan Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid.
Gedung KPK - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015–2019 Laode Muhammad Syarif menilai penghentian penyidikan kasus dugaan korupsi mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman tidak layak dilakukan.
Menurut Laode, perkara tersebut merupakan kasus sumber daya alam strategis dengan potensi kerugian negara yang sangat besar sehingga seharusnya tetap dilanjutkan hingga tuntas.
Ia menegaskan bahwa saat dirinya masih menjabat pimpinan KPK, penyidik telah mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat Aswad Sulaiman, termasuk dugaan tindak pidana suap dan perhitungan kerugian negara yang tengah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Kasus itu tidak layak untuk diterbitkan SP3 karena kasus sumber daya alam yang sangat penting, dan kerugian negaranya besar,” ujar Laode saat dihubungi dari Jakarta, Minggu.
Ia menilai keputusan KPK menghentikan penyidikan menjadi tanda tanya besar, mengingat pada periode sebelumnya proses penegakan hukum telah berjalan dan memasuki tahapan krusial.
Laode menjelaskan, meskipun BPK RI pada akhirnya enggan menghitung kerugian keuangan negara, KPK seharusnya tetap dapat melanjutkan proses hukum melalui dugaan tindak pidana suap.
“Kalau BPK enggan melakukan perhitungan kerugian keuangan atau perekonomian negaranya, maka KPK bisa melanjutkan kasus suapnya saja,” kata Laode.
Aswad Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 4 Oktober 2017 terkait dugaan korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta izin usaha pertambangan operasi produksi di Konawe Utara periode 2007–2014.
KPK menduga Aswad menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp2,7 triliun yang berasal dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga diperoleh melalui perizinan yang melawan hukum.
Selain kerugian negara, KPK juga menduga Aswad menerima suap hingga Rp13 miliar dari sejumlah perusahaan yang mengajukan izin pertambangan pada periode 2007–2009.
Dalam proses penyidikan, KPK sempat memeriksa Andi Amran Sulaiman yang kini menjabat Menteri Pertanian sebagai saksi terkait kepemilikan tambang nikel di Konawe Utara.
Upaya penahanan terhadap Aswad Sulaiman pada September 2023 sempat tertunda karena alasan kesehatan. Namun, pada 26 Desember 2025, KPK resmi mengumumkan penghentian penyidikan dengan alasan tidak ditemukan kecukupan bukti.
Keputusan tersebut memicu kritik dan sorotan publik, terutama dari mantan pimpinan KPK yang sebelumnya menangani perkara tersebut.
Penghentian penyidikan kasus Aswad Sulaiman kembali membuka perdebatan mengenai konsistensi penegakan hukum kasus korupsi sumber daya alam yang selama ini menjadi perhatian publik dan lembaga antirasuah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prajurit Kopassus berinisial AG ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian penggunaan senjata yang menewaskan Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid.
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang perdana di TIFF 2026 dan bersaing di Main Competition sebelum rilis di Indonesia pada Januari 2027.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan apresiasi kepada 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK melalui Pameran
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.