Advertisement

China Klaim Ratusan Ribu Orang Disuntik Vaksin Hasilnya Tidak Terinfeksi Corona

Novita Sari Simamora
Senin, 14 September 2020 - 14:57 WIB
Sunartono
China Klaim Ratusan Ribu Orang Disuntik Vaksin Hasilnya Tidak Terinfeksi Corona Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Ratusan ribu orang telah disuntikkan dua kandidat vaksin virus corona (Covid-19) dan diperoleh hasil tidak satu kasus infeksi atau efek samping.

Mengutip dari CGTN, Senin (14/9/2020), seorang pejabat senior pengembang vaksin milik negara mengungkapkan bahwa kedua vaksin, yang dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG), diharapkan memasuki pasar segera pada bulan Desember ini, dan dua suntikan akan menelan biaya kurang dari 1.000 yuan (sekitar 146 dolar AS).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Erick Thohir Sebut Tahun Ini Ada 30 Juta Vaksin Covid-19

China masih menjalani uji coba fase tiga untuk keamanan dan kemanjuran - biasanya langkah ini dilakukan sebelum persetujuan disalurkan ke 10 negara lain, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Peru, Maroko, Argentina, dan Yordania.

Dua kandidat vaksin yang dikembangkan oleh China berbasis di Beijing, telah disetujui untuk penggunaan darurat sipil setelah hasil yang dapat diandalkan dalam uji coba fase satu dan fase dua.

Program darurat dimulai pada akhir Juli 2020, yang memungkinkan kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja medis, diplomat, dan orang yang bepergian ke luar negeri yang masih berjuang melawan pandemi, untuk divaksinasi.

BACA JUGA : Ini Harga Vaksin Corona Buatan China

"Puluhan ribu orang yang divaksinasi telah melakukan perjalanan ke negara dan kawasan dengan risiko tinggi Covid-19. Sejauh ini belum ada yang terinfeksi, dan ini membuktikan keefektifan vaksin," seperti dikutip dari CGTN.

Kapasitas produksi CNBG

Wakil Presiden CNBG, Zhang Yuntao, mengatakan kepada media awal pekan ini bahwa perusahaan telah membangun dua fasilitas yang aman di Beijing dan Wuhan untuk memproduksi vaksin, dan kapasitas produksi tahunan adalah 300 juta dosis.

Dia menambahkan, pabrik akan diperluas dalam tiga hingga enam bulan, dan kapasitas produksi tahunan akan mencapai 1,3 miliar dosis. Kini, perusahaan telah menerima 500 juta pesanan dari negara lain untuk vaksin tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement