Advertisement
KPK Dalami Aset Usaha Ridwan Kamil yang Tak Dilaporkan di LHKPN
Ridwan Kamil. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keberadaan aset tidak bergerak milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berupa sejumlah tempat usaha yang tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terkait penyidikan perkara dugaan korupsi Bank BJB.
“Iya, di antaranya ada beberapa tempat usaha yang dimiliki oleh RK. Itu juga menjadi salah satu materi yang kami dalami,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu.
Advertisement
Budi mengungkapkan, sejumlah aset tidak bergerak tersebut terdeteksi berada di beberapa lokasi, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat.
“Tentu ini juga menjadi catatan bagi kami, bagaimana RK memperoleh aset-aset tersebut dalam kapasitasnya pada tempus perkara, yakni saat yang bersangkutan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat,” katanya.
BACA JUGA
Sementara itu, Budi menjelaskan bahwa saat diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023 pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil telah menyampaikan keterangan terkait aset yang dimilikinya.
“Dalam pemeriksaan itu, secara umum juga ditanyakan mengenai aset-aset yang dimiliki oleh RK, dan yang bersangkutan telah menyampaikan keterangannya,” ujarnya.
Meski demikian, KPK membuka kemungkinan untuk kembali memanggil Ridwan Kamil guna pendalaman lebih lanjut dalam penyidikan kasus Bank BJB.
“Ya, tentu masih akan dilakukan pendalaman lanjutan terkait dugaan aset-aset yang tidak dilaporkan dalam LHKPN,” katanya.
Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB tersebut, penyidik KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).
Selain itu, KPK juga menetapkan tiga pengendali agensi periklanan sebagai tersangka, yaitu Ikin Asikin Dulmanan (IAD) dari Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Suhendrik (SUH) dari BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, serta Sophan Jaya Kusuma (SJK) dari Agensi Cipta Karya Sukses Bersama.
Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB tersebut mencapai sekitar Rp222 miliar.
Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan perkara tersebut dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil.
Ridwan Kamil kemudian memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada 2 Desember 2025 dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement





