Pemesan Catering Ubah Jadwal ke 2021 karena Pandemi, Gibran Tak Naikkan Harga

Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, memasak makanan untuk dibagikan kepada warga di RT 004/RW 020 Kaplingan, Jebres, Solo, Jumat (11/9/2020) siang. - Istimewa/Tim Gibran
13 September 2020 16:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO – Usaha catering yang dijalankan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka turut kena dampak pandemi Covid-19 yang telah terjadi lebih dari enam bulan terakhir.

Beberapa warga yang sudah jauh-jauh hari memesan katering untuk resepsi pernikahan memilih membatalkan pesanan.

Baca juga: Sebut PSBB Tidak Tepat, Menko Airlangga Paparkan Alasannya

Gibran Rakabuming Raka saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya pada Sabtu (12/9/2020) menyampaikan hingga saat ini cukup banyak yang membatalkan pesanan katering. Namun, mayoritas memilih mengubah jadwal ke tahun 2021.

“Lah bagaimana lagi, tidak apa-apa gedung [Graha Saba Buana] juga kosong. Tidak masalah, kami kan ada pesanan di luar pesta pernikahan. Ya hampir ratusan reschedule,” papar Gibran.

Ia menambahkan hingga saat ini, katering Chilli Pari tetap beraktivitas. Menurutnya, pegawainya tidak ada yang di PHK. Hal itu dikarenakan pesanan lain di luar pernikahan seperti rapat dan perusahaan.

Baca juga: Anggap PSBB Total Tak Menyelesaikan Masalah, Ini Saran dari Orang Terkaya di Indonesia

Menurutnya, pemesan sangat kooperatif untuk mengubah jadwal. Ia memastikan harga pesanan pada tahun depan juga tidak akan ada kenaikan. Hal itu sebagai bentuk win-win solution.

“Yang terpenting tidak ada pengurangan pegawai, THR lalu juga terbayarkan. Saya juga tidak nombok, bisa nutup semua,” imbuh Gibran.

Sebelumnya, bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, blusukan ke Pasar Gede, Solo, pada Sabtu (12/9/2020) pagi. Putra Presiden Joko Widodo itu sempat mencukur rambutnya dalam acara Bakti Sosial yang digelar Solidaritas Merah Putih (Solmet) dan Lions Club Solo Victory.

Gibran Rakabuming Raka saat dijumpai wartawan mengatakan baru pertama kali cukur rambut di kawasan Pasar Gede Solo. Gibran mencukur rambut bersama para warga yang mengikuti cukur rambut gratis.

“Sama saja mau cukur rambut di pasar atau di salon. Kalau laki-laki hasil cukur rambut itu sama saja. Yang terpenting, kegiatan pembagian sembako, kursi roda, dan cukur rambut gratis ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gibran.

Terkait persiapan Pilwalkot Solo pada akhir tahun ini ia masif blusukan door to door. Ia menyebut blusukan dari rumah ke rumah itu sebagai keharusan di tengah pandemi.

Apalagi, pengumpulan massa dalam kondisi saat ini cukup riskan. Sehingga, mengantarkan sembako langsung ke rumah lebih aman tanpa pengumpulan massa.

Sumber : Solopos.com