Mendekati 20 Persen, Tingkat Penularan Covid-19 Nasional Semakin Mengkhawatirkan

Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq
10 September 2020 11:57 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Selama dua pekan terakhir penularan virus Corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Angkanya  terus naik dan secara akumulasi pada pekan ini hingga 9 September 2020 telah mendekati 20 persen atau 4 kali lipat dari ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 24 - 30 Agustus 2020, pemerintah telah melakukan tes Covid-19 kepada 125.434 orang. Hasilnya, 18.518 orang di antaranya positif. Dengan demikian pada periode tersebut positivity rate atau tingkat penularan virus di Indonesia sebesar 14,8 persen.

Baca juga: Pembeli Soto Lamongan yang Terinfeksi Corona Sudah Mengenakan Masker Saat Berbelanja

Satu pekan setelahnya, tingkat penularan melaju cukup kencang. Pada periode 31 Agustus hingga 6 September 2020, sebanyak 118.895 menjalani tes Covid-19, baik melalui metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM).

Pemeriksaan pada rentang waktu tersebut menunjukan sebanyak 22.056 orang positif Covid-19. Dengan demikian, positivity rate secara nasional pada pekan pertama September sebesar 18,6 persen.

Selanjutnya atau pada pekan kedua bulan ini, hingga 9 September 2020, sebanyak 48.116 orang telah menjalani pemeriksaan dan hasilnya 9.233 orang di antaranya positif. Positivity rate pun kembali naik menjadi 19,2 persen.

Baca juga: Jakarta Kembali PSBB Total! Perkantoran Tutup, Kecuali 11 Sektor Ini

Kenaikan tingkat penularan secara nasional selaras dengan bertambahnya zona merah di Indonesia. Per 6 September 2020, wilayah dengan tingkat risiko tinggi naik 7,7 persen menjadi 70 kabupaten/kota. Satu pekan sebelumnya, zona merah bahkan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat.

“Ini perlu menjadi perhatian kita semua, kondisi ini harus diperbaiki,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (8/9/2020).

Wiku mencatat ada 12 kabupaten/kota dengan perubahan zona risiko dari oranye menjadi merah atau sedang menjadi tinggi. Wilayah ini terdapat di 15 provinsi.

Naiknya zona risiko tinggi, kata Wiku, diikuti pula dengan kenaikan zona oranye dari 230 kabupaten/kota menjadi 267 kabupaten/kota. Pada saat yang sama zona risiko rendah turun dari 151 menjadi 114 kabupaten/kota.

Satgas Covid-19 juga mencatat pasien Covid-19 per 6 September naik 18,6 persen selama sepekan terakhir jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, atau dari 18.625 kasus menjadi 22.097 kasus. Selama dua pekan terakhir penambahan kasus naik dua digit.

Sumber : Bisnis.com