Advertisement
Trump Ancam Iran: AS Akan Balas 20 Kali Lipat Jika Selat Hormuz Diblo
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait kemungkinan gangguan terhadap jalur pelayaran minyak dunia di Selat Hormuz. Trump menegaskan Washington akan merespons dengan kekuatan jauh lebih besar apabila Teheran mencoba menghentikan aliran minyak melalui jalur strategis tersebut.
Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Senin (9/3/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan tinggal diam jika jalur vital perdagangan energi global itu terganggu.
Advertisement
Trump bahkan menyebut respons militer AS dapat mencapai skala yang jauh lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya terhadap Iran.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari serangan yang telah mereka terima sejauh ini,” tulis Trump, dikutip Reuters.
BACA JUGA
Ia juga mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur strategis Iran yang dinilai rentan.
“Kami akan menghancurkan target-target yang mudah diserang yang akan membuat Iran hampir mustahil untuk membangun kembali sebagai sebuah negara,” lanjutnya, sembari menyatakan harapannya agar skenario militer tersebut tidak perlu terjadi.
Selat Hormuz, Jalur Energi Paling Vital
Peringatan Trump menyoroti pentingnya Selat Hormuz dalam sistem perdagangan energi global. Jalur laut ini merupakan salah satu titik paling strategis dalam geopolitik dunia.
Beberapa fakta penting mengenai Selat Hormuz antara lain:
- Sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.
- Gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker dapat memicu lonjakan harga minyak global.
- Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadikannya titik krusial bagi distribusi energi dunia.
Karena posisinya yang strategis, kawasan tersebut menjadi wilayah yang sangat sensitif secara militer dan ekonomi.
Ketegangan Timur Tengah Memanas
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik regional dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan tersebut.
Setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah negara Teluk, Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut guna melindungi sekutu serta menjaga stabilitas pasar energi global.
Ancaman terbaru dari Trump mempertegas sikap Washington bahwa gangguan terhadap distribusi minyak dunia tidak akan ditoleransi, terutama di tengah situasi geopolitik kawasan yang semakin tidak stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
- KY Buka Seleksi Hakim Agung 2026, Ini Formasinya
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Tak Perlu Ketik, Kini Fitur Gemini Search Live Telah Hadir
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 10 April 2026
- Konser F4 Jakarta Tambah 1 Hari, Tiket Dijual 11 April 2026
- Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Petral, Riza Chalid Buron
- Progres Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Maguwoharjo Capai 35 Persen
- Indonesia ke Final AFF Futsal 2026 usai Tekuk Vietnam 3-2
- Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini
Advertisement
Advertisement








