Program Subsidi Gaji Pekerja Kemungkinan Diperpanjang

Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
02 September 2020 20:37 WIB Dhiany Nadya Utami News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengungkapkan kemungkinan program subsidi gaji pekerja akan dilanjutkan.

Erick diketahui telah melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota Kamar Dagang Indonesia atau Kadin. Dia menyebut dalam pertemuan itu mereka bersepakat akan melanjutkan pengawasan distribusi subsidi gaji secara bersama-sama.

Tak hanya itu, Erick juga mengatakan ada peluang bahwa program subsidi gaji dapat diperpanjang. Saat ini, program tersebut hanya berlaku empat bulan yakni September—Desember dengan besaran subsidi Rp600.000 per bulan per pekerja yang dibayarkan setiap dua bulan.

“Kita harapkan kalau program ini baik bisa diteruskan, tapi sementara ini keputusaannya program hanya bisa berjalan sampai bulan Desember,” kata Erick dalam sesi konferensi pers daring, Rabu (2/9/2020)

Erick menyampaikan saat ini komite terus mempercepat proses penyaluran subsidi gaji dan dia mengajak para pengusaha untuk membantu proses validasi data karyawannya yang memenuhi syarat mendapatkan subsidi agar semakin cepat rampung.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah mengantongi 14 juta data rekening bank pekerja dari total target penerima subsisi 15,7 juta orang, 11 juta di antaranya telah divalidasi.

Dari total yang telah divalidasi tersebut sebagian telah menerima pencairan subsidi langsung ke rekening mereka. Erick menargetkan dapat menyalurkan setidaknya Rp13,7 triliun dari total subsidi Rp37,8 triliun pada pertengahan September ini.

“Setelah 1,2 [juta rupiah] disalurkan, sisa 1,2 [juta rupiah] akan dibayarkan pada Oktober akhir atau November awal,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara ini.

Sementara itu, Erick mengatakan bahwa evaluasi program-program PEN saat ini terus dilakukan, terutama bagaimana mempercepat penyerapan dari berbagai stimulus yang telah digelontorkan pemerintah.

Dia juga mengungkapkan komite tengah mempersiapkan sejumlah program tambahan. Namun, Erick belum bersedia menjelaskan lebih lanjut dengan alasan masih akan dibahas di rapat bersama Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia