Begini Hasil Perburuan Vaksin Corona untuk Indonesia

Kepala Badan POM Penny K Lukito. - Twitter @BPOM/RI
01 September 2020 23:57 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito menceritakan perburuan vaksin Corona untuk Indonesia. Saat ini ada dua jalur utama pengembangan antivirus.

“Pertama yaitu kita terus mengembangkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan inovasi Nasional dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman,” kata Penny dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).

Tahapan pengembangan sudah disusun mulai dari pre-klinik, klini, dan pengawasan mutu. Rencananya vaksin dapat memenuhi kebutuhan untuk program nasional sekitar awal 2021.

Opsi kedua adalah pengembangan kerja sama internasional. Seperti yang diketahui satu di antaranya adalah kerja sama antara perusahaan asal China, Sinovav dan PT Bio Farma (Persero). Rencananya pada awal tahun depan hasil kerja sama ini akan menghasilkan 290 juta vaksin.

Selanjutnya, kata Penny, kerja sama juga dilakukan oleh Sinofarm Group 42 dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan Kimia Farma. Terakhir adalah vaksin Geniceline dengan PT Kalbe Farma.

“Dan juga beberapa komunikasi dengan negara lain yang saya kira sudah memulai Komunikasi untuk tahap-tahap pengembangan selanjutnya,” kata Penny.

Saat ini, vaksin Sinofarm G42 telah menemui kesepatakan pada 21 Agustus 2020. UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin Corona untuk Indonesia.

“Kami sudah melakukan kunjungan langsung ke Uni Emirat Arab, khususnya adalah untuk mendapatkan data dan informasi lebih detail sehingga Badan POM dapat lebih efektif dalam memberikan dukungan langkah regulatory untuk mempercepat akses vaksin Covid-19,” ujar Penny.

Dia melanjutkan uji klinik vaksin tersebut menjanjikan. Dari aspek subjek pengujian, vaksin Sinofarm akan diuji klinik kepada 22.000 peserta dengan keberagaman bangsa.

“Jadi ada 119 kebangsaan yang sudah terlibat dalam uji klinik ini sebagai subjek uji klinik dan melibatkan 100 dokter 1000 perawat, keragaman populasinya akan memberikan hasil uji klinik yang valid,” katanya.

Sumber : Bisnis.com