Sendratari Ramayana dengan Ratusan Penonton Akan Digelar di Tengah Pandemi

Ilustrasi sejumlah seniman saat menampilkan sendratari Ramayana Purawisata di Kompleks Purawisata Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
26 Agustus 2020 05:27 WIB Farida Trisnaningtyas News Share :

Harianjogja.com, SOLO--Taman Balekambang menjadi objek wisata andalan di Kota Solo di masa new normal akibat pandemi Covid-19. Pertunjukan Sendratari Ramayana yang digelar di sana kini diperbolehkan mendatangkan penonton dalam jumlah ratusan.

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, mengatakan kedatangan wisatawan ke Kota Solo sangat ditentukan dengan kondisi global terkait pandemi Covid-19. Menurutnya, jika pemberitaan mengenai wabah ini semakin membaik, maka masyarakat kian merasa aman untuk bepergian. Sebaliknya, jika kondisi memburuk, maka angka kedatangan wisatawan kian jeblok.

BACA JUGA : SOSOK: Dirut BOB Indah Juanita Ketagihan Ikut Sendratari 

“Paling baru ratusan ribu jumlah kunjungan wisatawan di awal tahun. Setelah itu destinasi kan tutup karena pandemi lalu baru buka dua bulan ini. Meski sudah kembali buka pun, destinasi wisata andalan juga masih sepi. Mangkunegaran, Keraton, dan Jurug masih sepi. Paling Taman Balekambang karena ada Ramayana [Sendratari] yang bisa sedot pengunjung banyak,” katanya, saat ditemui wartawan, Selasa (25/8/2020).

Sendratari Ramayana

Hasta menjelaskan pihaknya mengandalkan Sendratari Ramayana yang diperbolehkan mendatangkan penonton dalam jumlah ratusan. Meski normalnya pertunjukan ini biasa digelar dengan kapasitas 3.000 penonton.

Meskipun demikian, Disparta Solo tetap mengetatkan prosedur pencegahan Covid-19 dalam menggelar pertunjukan tersebut. Antara lain, membuka pertunjukan hanya maksimal 500 penonton dan mesti memesan tiket secara online melalui Tiket.com.

BACA JUGA : Sendratari Nitik Siti Wangi Kisahkan saat Sultan Agung

“Kalau dengan pesan tiket online jadi terdata. Ini juga sebagai aksi preventif kami karena menggelar pertunjukan dengan ratusan penonton. Beberapa event juga akan digelar konvensional, tapi jumlah penontonnya terbatas, lainnya ada yang virtual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Taman Balekambang Solo, Sumeh, mengatakan jumlah pengunjung yang datang baru sekitar 5-10% dari kunjungan normal biasa sebelum pandemi Covid-19. Hal ini lantaran larangan Pemkot Solo terkait anak di bawah 15 tahun, ibu hamil, dan lanjut usia, datang ke tempat hiburan dan rekreasi.

Menurutnya, jebloknya angka kunjungan karena Covid-19 ini membuat pihaknya mesti merevisi target. Tak dapat dimungkiri, Taman Balekambang menjadi destinasi unggulan Kota Solo yang paling banyak didatangi orang.

Jika tahun lalu Taman Balekambang sukses mendatangkan 2,2 juta orang, maka tahun ini jumlah kunjungan yang tercatat hanya sebelum pandemi, yakni pada Januari–Februari sekitar 150.000 orang.

BACA JUGA : Ratu Boko Gelar Sendratari Jelang Sunset 

“Sejak Balekambang kembali dibuka pada 19 Juni 2020 lalu, ya yang datang sedikit, paling 150–250 orang per hari. Adanya pembatasan kunjungan sangat berpengaruh pada jumlah orang yang datang. Apalagi pengunjung kami ini sebagian besar kan anak-anak keluarga,” ujarnya.

Senam Sehat

Pihaknya kemudian menggeber berbagai program untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Misalnya, adanya senam sehat Indonesia hingga kembali menggelar Sendratari Ramayana. Akan tetapi, pertunjukan andalan Taman Balekambang ini juga mesti berlangsung dengan pembatasan penonton.

“Kapasitas penonton Sendratari Ramayana ini sebanyak 2.500 – 3.000 orang. Kini kami batasi hanya 500 orang. Masyarakat harus memesan tiket secara online dulu, meski harganya Rp0,” imbuhnya.

Sumeh menambahkan pertunjukan yang menjadi daya tarik unggulan di Taman Balekambang tersebut biasanya digelar sebulan sekali saat bulan purnama. Sayang, pergelaran ini sempat absen pada April – Juni lalu, sementara Desember mendatang juga ditiadakan.

Sumber : JIBI/Solopos