Adik Presiden Amerika Serikat Donald Trump Meninggal Dunia, Ini Sosoknya

Robert Trump (kiri), adik Presiden Amerika Serikat Donald Trump Meninggal Dunia. - AP
16 Agustus 2020 11:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, WASHINGTON, D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berduka. Sang adik, Robert Trump, meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2020) malam waktu setempat. Dia meninggal diusia 71 tahun.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Donald Trump yang sehari sebelum Robert meninggal, sempat mengunjungi adiknya itu di Rumah Sakit New York City.

Menyadur AP News, Minggu (16/8/2020), Donald Trump maupun pihak Gedung Putih tidak menjabarkan penyebab kematian pria yang dikenal sebagai pengusaha itu.

Baca juga: Manchester City Gagal ke Semifinal Liga Champions, Ini Respons Pep Guardiola

Robert Trump dilaporkan telah dirawat di rumah sakit di unit perawatan intensif selama beberapa hari di bulan ini.

"Dengan berat hati saya memberitahu bahwa saudara laki-laki saya yang luar biasa, Robert, meninggal dengan damai malam ini," kata Trump dikutip dari AP News.

“Dia bukan hanya saudara laki-laki saya, dia adalah sahabat saya. Dia akan sangat dirindukan, tapi kita akan bertemu lagi."

Baca juga: AS Dipermalukan Atas Penolakan Proposal Embargo Senjata Oleh DK PBB

"Ingatannya akan hidup di hatiku selamanya. Robert, aku mencintaimu. Istirahat dengan damai."

Robert belakangan sempat melayangkan gugatan kepada keluarga Donald Trump karena tidak berhasil menghentikan publikasi buku yang menceritakan semuanya yang ditulis keponakan sang Presiden, Mary.

Kendati berselisih, Robert dikabarkan tetap berhubungan baik dengan sang kakak, sebelum meninggal dunia.

Robert Trump lahir pada tahun 1948, anak bungsu dari lima bersaudara dari pengembang real estat New York City, Fred Trump.

Dia merupakan lulusan Universitas Boston. Dia mengelola bagian Brooklyn dari kerajaan real estat milik ayahnya, Fred Trump, yang akhirnya dijual.

Sebelum mengelola real estat sebagai kepala eksekutif di Trump Organization, Robert memulai karirnya di Wall Street dengan bekerja di bidang keuangan perusahaan.

"Ketika dia bekerja di Trump Organization, dia dikenal sebagai Trump yang baik," kata Gwenda Blair, penulis biografi keluarga Trump, kepada AP.

Ketika Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, Robert dikabarkan menghindari sorotan media. Namun, dia menggambarkan dirinya sebagai pendukung besar Gedung Putih.

“Saya mendukung Donald seribu persen,” kata Robert Trump saat itu.

Sumber : Suara.com