Advertisement
Jokowi Arahkan Seluruh Sekolah di Zona Kuning Kembali Dibuka
Sejumlah orang tua murid menunggu anaknya saat bersekolah pada hari pertama tahun ajaran baru di SD Negeri 1 Praja Taman Sari di Desa Wonuamonapa, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (13/7/2020). - Antara/Jojon
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Jokowi meminta sekolah mulai dibuka. Seluruh sekolah di daerah zona kuning Covid-19 bisa kembali memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan keputusan itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) 5 Agustus 2020 lalu.
Advertisement
“Beliau memberikan arahan agar ada pelonggaran atau relaksasi di dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk para siswa dengan banyak pertimbangan,” kata Muhadjir dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/8/2020).
BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi, Presiden Jokowi Ingin Kelas Menengah Keluar Rumah & Belanja
Langkah itu, menurut Muhadjir, berkaitan dengan keluhan sejumlah peserta didik, guru, dan orang tua ihwal tidak optimalnya pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Presiden Jokowi, imbuhnya, juga menyampaikan pesan terkait pembukaan kembali sekolah di zona kuning selama masa pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Dicari Menggunakan Drone & Jet Ski, 5 Korban Ombak Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan
"Ketika kita membuka madrasah kembali, tetap harus waspada yang terpenting keselamatan siswa dan pihak-pihak terkait betul terjamin," ujarnya.
Selain itu, Presiden juga berperan agar segera dilakukan respons secepat mungkin apabila ada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.
"Itu adalah amanah yang dari Bapak Presiden," ucapnya.
Pembukaan Sekolah
Teknis pembukaan sekolah menjadi kewenangan Kemendikbud dan Kemenag. Pemerintah provinsi akan mengatur pembukaan untuk SMA dan SMK, dan pemerintah kabupaten atau pemerintah kota mengatur pembukaan sekolagh di level PAUD, SD, dan SMP.
"Tentu saja juga harus memperhatikan saran dan rekomendasi dari Satgas Covid-19 di daerah masing-masing. Apalagi ketua Satgas di daerah itu merupakan otomatid adalah pejabat pimpinan daerah setempat. Dengan demikian saya berharap semua penetapan dari sekolah mana yang bisa dilaksanakan [pembelajaran tatap muka] agar diperhatikan sungguh-sungguh," ungkapnya.
BACA JUGA: Sesuai Inpres, Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19 Juga Berlaku di Zona Hijau
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan wilayah zona kuning sudah dapat mulai melakukan kegiatan belajar secara tatap muka. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Per 2 Agustus, ada 163 zona kuning yang kiranya nanti akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai kebijakan Kemendikbud, polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah dikembalikan kepada kepada daerah bupati, walikota dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu [kondisi] di daerah masing-masing," ungkap Doni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 22 Biksu Sri Lanka Ditangkap Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand
- Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek
- Jejak Kelam Washington Hilton: Dua Insiden Penembakan Presiden AS
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Command Center MBG Resmi 17 Mei 2026 Perbaiki Tata Kelola
- Klinik Satelit Makkah Siaga Layani Jamaah Haji 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 27 April 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement









