Advertisement
Target Revitalisasi Sekolah Jebol, Kemendikdasmen Kelola Rp14 Triliun
Foto ilustrasi sekolah rusak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, mengungkapkan bahwa program revitalisasi sekolah yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target awal.
Dari target yang ditetapkan sebanyak 10.440 satuan pendidikan, pemerintah sukses merealisasikan perbaikan pada 16.167 sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
Advertisement
Capaian gemilang ini juga terlihat pada sektor pendidikan vokasi, di mana sebanyak 2.026 satuan pendidikan telah rampung direvitalisasi dengan tingkat keberhasilan mencapai 97 persen.
Fokus utama dari program ambisius ini adalah pembenahan ruang kelas yang rusak, penyediaan fasilitas belajar yang memadai, serta penataan lingkungan sekolah agar lebih kondusif bagi proses pembelajaran siswa.
"Program ini difokuskan pada perbaikan ruang kelas, fasilitas belajar serta lingkungan sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang lebih layak dan berkualitas," ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Memasuki tahun anggaran 2026, pemerintah kembali mengalokasikan dana jumbo sebesar Rp14,06 triliun yang diperuntukkan bagi perbaikan 11.744 satuan pendidikan lainnya.
Selain anggaran reguler, pemerintah saat ini tengah mengusulkan tambahan dana melalui skema anggaran biaya tambahan (ABT) mencapai Rp89,49 triliun untuk mempercepat target revitalisasi hingga 60.000 sekolah tambahan.
Qodari menjelaskan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam mekanisme pengelolaan anggaran, di mana dana revitalisasi kini tidak lagi dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum, melainkan langsung di bawah kendali Kemendikdasmen.
Skema terbaru ini memungkinkan dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola melalui mekanisme swakelola yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Secara teknis, proses pembangunan dijalankan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan pendampingan tim teknis yang terdiri atas perencana dan pengawas profesional guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga sesuai standar nasional.
Pelibatan unsur masyarakat dalam setiap proyek swakelola ini tidak hanya berdampak pada perbaikan infrastruktur pendidikan secara fisik, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal secara masif.
Dengan asumsi rata-rata 40 pekerja di setiap titik pembangunan, program revitalisasi pada 16.167 sekolah di tahun sebelumnya diperkirakan telah menyerap sedikitnya 646.680 tenaga kerja yang membantu meningkatkan daya beli masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
Advertisement
Makan Bergizi Gratis di Kulonprogo Cantumkan Harga dan Rincian Gizi
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga Pertalite Tak Naik Meski Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS
- Lebaran 2026: Bantul Kerahkan Tim Wasdal, Cegah Parkir Nuthuk
- Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya ke APBN 2026
- Bandara Zayed Abu Dhabi Buka Terbatas Usai Konflik
- Harga Minyak Tembus 80 Dolar AS, APBN 2026 Tertekan
- BKK Keistimewaan Gunungkidul Naik Rp120 Juta
- BYD Great Tang Tantang Mercedes GLS, Rilis 5 Maret
Advertisement
Advertisement







