Tanpa Data, Kim Jong Un Klaim Korea Utara Menang Lawan Virus Corona

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu kompetisi tembakan artileri dalam gambar ini yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 20 Maret 2020. /ANTARA FOTO - KCNA via REUTERS
03 Juli 2020 19:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEOUL- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mendeklarasikan kemenangan negara tersebut melawan virus Corona, meski sejak awal pemerintahannya tak pernah mengungkap data resmi perihal kasus infeksi Covid-19.

Pemimpin Korea Utara itu mendeklarasikan kemenangan atas virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 itu saat berbicara dalam pertemuan politbiro Partai Buruh, Kamis (2/7/2020).

Menyadur Channel News Asia (CNA), Kim sebagaimana dilaporkan kantor berita Korea Utara (KCNA) memuji keberhasilan negaranya dalam menahan pandemi yang kini jadi krisis kesehatan dunia.

Baca juga: Tak Hanya Dokter di Banguntapan, Tenaga Kesehatan Asal Bambanglipuro Juga Terinfeksi Corona

Korea Utara diketahui bertindak cepat setelah virus Corona menjadi pandemi dengan menutup perbatasan dan membuat ribuan orang di isolasi sejak enam bulan lalu.

"Kami telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas dan mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun adanya krisis kesehatan dunia," kata Kim dalam laporan KCNA, dikutip CNA, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Gus Miftah Sarankan Follow Akun Tokoh Agama yang Menentramkan Bukan Menjerumuskan

Meski mendeklarasikan kemenangan atas virus Corona, Kim memeringatkan Korea Utara harus tetap waspada lantaran pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di dunia.

"Mempertahankan kewaspadaan maksimum terutama mengingat adanya wabah baru di negara-negara tetangga," tulis laporan KCNA.

Pemerintah Korea Utara hingga kini belum mengkonfirmasi satupun kasus infeksi virus Corona meski pandemi itu kini sudah melanda hampir seluruh negara di dunia.

Para analis mengatakan Korut tidak mungkin menghindari infeksi dari virus itu, dan sistem kesehatannya yang bobrok tak bisa berjuang untuk mengatasi wabah besar.

Bulan lalu, seorang pakar hak-hak PBB memperingatkan kerawanan pangan semakin dalam dan beberapa orang kelaparan sebagai dampak dari upaya Korea Utara menangkal wabah, khususnya dengan menutup perbatasan.

Sebelum adanya panemi Covid-19, Korea Utara sudah memiliki masalah perihal kerawanan pangan. Lebih dari 40 persen orang di Korea Utara kekurangan pangan, dengan banyak yang menderita gizi buruk.

Sumber : Suara.com