Kecelakaan 15 Kendaraan di Tol Cipularang, Jasamarga Siapkan Jalur Penyelamat
Kecelakaan 15 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 91+900 B. Jasamarga siapkan jalur penyelamat di tiga titik.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu kompetisi tembakan artileri dalam gambar ini yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 20 Maret 2020. /ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS
Harianjogja.com, SEOUL- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mendeklarasikan kemenangan negara tersebut melawan virus Corona, meski sejak awal pemerintahannya tak pernah mengungkap data resmi perihal kasus infeksi Covid-19.
Pemimpin Korea Utara itu mendeklarasikan kemenangan atas virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 itu saat berbicara dalam pertemuan politbiro Partai Buruh, Kamis (2/7/2020).
Menyadur Channel News Asia (CNA), Kim sebagaimana dilaporkan kantor berita Korea Utara (KCNA) memuji keberhasilan negaranya dalam menahan pandemi yang kini jadi krisis kesehatan dunia.
Baca juga: Tak Hanya Dokter di Banguntapan, Tenaga Kesehatan Asal Bambanglipuro Juga Terinfeksi Corona
Korea Utara diketahui bertindak cepat setelah virus Corona menjadi pandemi dengan menutup perbatasan dan membuat ribuan orang di isolasi sejak enam bulan lalu.
"Kami telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas dan mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun adanya krisis kesehatan dunia," kata Kim dalam laporan KCNA, dikutip CNA, Jumat (3/7/2020).
Baca juga: Gus Miftah Sarankan Follow Akun Tokoh Agama yang Menentramkan Bukan Menjerumuskan
Meski mendeklarasikan kemenangan atas virus Corona, Kim memeringatkan Korea Utara harus tetap waspada lantaran pandemi Covid-19 masih terus berlangsung di dunia.
"Mempertahankan kewaspadaan maksimum terutama mengingat adanya wabah baru di negara-negara tetangga," tulis laporan KCNA.
Pemerintah Korea Utara hingga kini belum mengkonfirmasi satupun kasus infeksi virus Corona meski pandemi itu kini sudah melanda hampir seluruh negara di dunia.
Para analis mengatakan Korut tidak mungkin menghindari infeksi dari virus itu, dan sistem kesehatannya yang bobrok tak bisa berjuang untuk mengatasi wabah besar.
Bulan lalu, seorang pakar hak-hak PBB memperingatkan kerawanan pangan semakin dalam dan beberapa orang kelaparan sebagai dampak dari upaya Korea Utara menangkal wabah, khususnya dengan menutup perbatasan.
Sebelum adanya panemi Covid-19, Korea Utara sudah memiliki masalah perihal kerawanan pangan. Lebih dari 40 persen orang di Korea Utara kekurangan pangan, dengan banyak yang menderita gizi buruk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kecelakaan 15 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 91+900 B. Jasamarga siapkan jalur penyelamat di tiga titik.
Cara daftar BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2026, syarat, cara cek penerima, desil, hingga laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Karang Taruna Hipenari Samigaluh masuk 5 besar nasional berkat inovasi mengolah limbah daun teh menjadi lulur dan produk pangan lokal.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI akan merespons cepat dan menindak tegas laporan dugaan rumah dinas jadi markas judol.
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Dakwaan jaksa mengungkap 29 perusahaan dan yayasan yang disebut terkait Febrie Adriansyah dan tiga orang kepercayaannya dalam perkara TPPU.