DVI Polri Identifikasi 2 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Gus Miftah dan Deddy Corbuzier. /Ist- Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA--Publik diminta selektif mem-follow akun tokoh-tokoh agama.
Tokoh Ulama Muda Nahdatul Ulama (NU) KH Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah menyarankan kepada kawula muda untuk mem-follow tokoh-tokoh dan akun-akun yang menetramkan dan menunjukkan Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat seluruh alam) agar terhindar dari pemikiran radikalisme dan terorisme.
“Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini terjadi, orang melakukan tindak kekerasan dan aksi terorisme itu karena kurang memahami agamanya. Apalagi sekarang dengan adanya medsos, saran saya kepada generasi muda, tolonglah folllow tokoh-tokoh atau akun-akun yang menentramkan. Kita boleh berguru kepada siapapun tapi tentunya kepada guru yang bisa menyelamatkan kita bukan yang malah menjerumuskan,” ujar Gus Miftah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (3/7/2020).
Ia melihat saat ini fenomena adanya pemahaman keagamaan yang kurang dalam memahami agama, khususnya dari kalangan generasi muda, apalagi bila generasi muda tersebut memahami agama melalui dunia maya atau media sosial (medsos).
Gus Miftah mengatakan bahwa pada dasarnya semua pengajian itu baik, namun pengajian yang jauh dari norma-norma dan etika kebangsaan itulah yang tidak harus diikuti.
“Kalau pengajian itu sudah menyimpang dari norma-norma dan etika kebangsaan tentunya tidak harus kita ikuti. Apalagi kan sekarang ada juga pengajian online. Jadi selektiflah dalam memilih dan kita bermedsos,” tuturnya.
Gus Miftah yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, ini mengatakan pemahaman yang salah dan kurang tentang agama ini harus diluruskan dengan cara-cara atau metode yang relevan sesuai dengan kondisi saat ini.
Hal ini juga membuat metode dakwah terus berkembang. Bila zaman Nabi Muhammad SAW melalui lisan, zaman sahabat sudah melalui tulisan, zaman Walisongo melalui budaya, maka saat ini dakwah melalui medsos, kata alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.
Oleh karena itu, menurut Gus Miftah, untuk memberikan pemahaman yang benar dan menjauhkan agama dari kekerasan, maka harus meletakkan budaya dan agama secara benar.
Menurut dia, jika meletakkan budaya dan agama secara benar maka secara tak langsung akan menjauhkan agama itu dari kekerasan.
“Karena memang agama itu tidak identik dengan kekerasan. Maka dari itu dakwah yang saya lakukan selama ini adalah membudayakan agama, bukan meng-agamakan budaya. Ini tetap beragama Islam sesuai tuntunan Al-Quran dan hadist tetapi dengan karakteristik bangsa Indonesia,” kata Gus Miftah.
Lebih lanjut, Gus Miftah menyampaikan cara menyampaikan Islam agar dianggap sebagai agama yang menyenangkan tentunya adalah dengan menunjukkan akhlak yang menyenangkan, bukan akhlak menakuktkan.
“Kita memahami Islam itu rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), bukan rahmatan lil Muslimin (rahmat bagi orang Muslim). Rahmat, kasih sayang untuk semua alam, siapapun. Bukan rahmat hanya untuk orang Islam saja. Maka tampakkanlah Islam dengan akhlak yang menyenangkan, Bukan akhlak yang menakutkan. Karena dakwah itu mengajak, bukan mengejek. Merangkul, bukan memukul. Dan harus membahagiakan dan bukan untuk menakut-nakuti,” terang Gus Miftah.
Gus Miftah yang merupakan keturunan kesembilan dari pendiri Pesantren Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur, Kiai Ageng Hasan Besari itu juga mengingatkan agar generasi muda jangan sampai salah dalam memilih ustad.
Dia berharap generasi muda bisa memilih ustad yang mengajarkan Islam secara ramah dan menyenangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.