Pamitnya Cuma Sepedaan di Sekitar Rumah, Bocah Weru Sukoharjo Ini Malah Tersesat sampai Kota Solo

Bocah perempuan 10 tahun asal Weru, Sukoharjo, EJ, dipeluk keluarganya di Mapolsek Serengan, Solo, Selasa (23/6/2020). (Istimewa - Instagram @polrestasurakarta)
25 Juni 2020 05:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Alih-alih ingin bersepeda hanya di sekitar rumah nenek, bocah perempuan berinisial EJ, 10, asal Weru, Sukoharjo, justru ditemukan warga di kawasan Notosuman, Serengan Solo, Selasa (23/6/2020). Dia diketahui tersesat setelah bersepeda sendirian dari Weru sampai ke Kota Solo.

EJ lantas dibawa ke Polsek Serengan untuk diamankan sembari menunggu keluarganya. Saat itu EJ dalam kondisi kebingungan dan trauma lantaran tersesat di wilayah Notosuman, Serengan, Solo.

Briptu Ajeng Novita Dewi, Bamin Reserse Kriminal, Polsek Serengan, kepada Solopos.com--jaringan Harianjogja.com, Rabu (24/6/2020) menceritakan semula EJ sangat kebingungan dan ketakutan saat diajak berinteraksi. Dia lantas menghibur bocah asal Weru yang tersesat di Solo dengan mengajaknya membaca di ruang gemar membaca.

EJ terlihat asyik membaca beberapa buku saat pihak kepolisian berusaha melacak alamatnya. Ajeng mengatakan, EJ memakai seragam olahraga. Kala itu dia mengaku sempat berpamitan kepada neneknya bersepeda di sekitar rumah.

"Ketika sudah merasa nyaman, EJ mulai bercerita. Ia menceritakan semula berpamitan kepada neneknya untuk bersepeda di sekitar rumah. Namun, di jalan EJ bertemu teman-temannya lalu bersepeda bersama," papar dia.

Ia menjelaskan EJ tidak menyebut secara pasti jumlah teman-temannya saat bersepeda. EJ hanya menyebut bersepeda bersama teman-temannya sampai ke daerah Solo Baru.

Lalu, di kawasan Solo Baru, teman-teman EJ menyampaikan untuk berhenti sejenak dan memintanya menunggu sebentar. Namun, teman-teman EJ itu tak kunjung kembali. Akhirnya, bocah asal Weru yang ditinggal sendirian mengayuh sepedanya sampai tersesat di kawasan Notosuman, Solo.

Ajeng mengatakan orang tua EJ berasal dari Kabupaten Klaten. Saat itu, EJ sedang berada di kediaman neneknya di Weru, Sukoharjo.

"Katanya sudah sebulan EJ tinggal di Weru. Jadi setelah diumumkan lewat IG Polresta, langsung banyak yang merespons termasuk keluarga EJ dari Klaten. Kurang dari 60 menit EJ dijemput keluarganya," imbuh dia.

Kapolsek Serengan, Solo, AKP Suwanto, menjelaskan semula ada dua orang melaporkan melihat seorang anak sedang kebingungan dan menangis di Notosuman. Mendengar laporan itu dia menerjunkan anak buahnya menjemput bocah Weru yang tersesat di Solo itu.

"Saya yang menerima langsung laporan itu. Saya minta anggota berpakaian preman menjemput EJ agar tidak takut. Lalu, dibantu Humas Polresta mengumumkan EJ lewat media sosial," papar dia.

Informasi tersesatnya bocah perempuan itu diunggah akun Instagram @polrestasurakarta. Warganet yang mengetahui pun menaruh rasa haru dan mengajak untuk menjadikannya pelajaran bagi para orang tua. 

"Ya Allah dr weru? Alhamdulillah nduk ga knp2 soale rutemu jalur mobil gede2..lha adohe raumum sing kebablasen, bpk/ibu Niki kagem pelajaran nggih..Putro Putri ne di awasi tenanan Ndak kedadian ky genduke iki," tulis @hanni_kurnia. 

"Masyaallah adoh men nganti tekan solo.....gel piye critane......tapi syukur Alhamdulillah wes ketemu wong tuone/keluargane??, " timpal @susilomuslih. 

"Weru jauh lho,bakoh tenan dek emi gowes sampe sini ?," kata @vitaserenade. 

Sumber : Solopos.com, Instagram