Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Relawan Mengajar (Remen) Kelurahan Wirogunan mendampingi warga yang kesulitan saat melakukan PPDB daring./Ist-Dokumentasi Kelurahan Wirogunan
Harianjogja.com, JOGJA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Jogja sudah berlangsung sejak lebih dari sepekan. PPDB yang dilakukan daring kerap membuat sebagian siswa dan wali terkendala. Respon cepat pun dilakukan oleh Kelurahan Wirogunan.
Lurah Wirogunan, Siwi Utami membentuk Relawan Mengajar (Remen) yang bertugas mendampingi siswa dan orang tua selama masa PPDB daring. Anggota Remen merupakan warga yang secara sukarela mendaftar. Sebenarnya setiap tahun menurut Siwi selalu ada warga yang kesulitan terkait PPDB.
"Namun karena situasi saat ini yang sedang pandemi, kita membentuk Remen yang fokus pada pendampingan PPDB," jelasnya pada Selasa (9/6/2020).
Dia menambahkan, sekalipun tidak ada pandemi Covid-19, tetap ada warga yang tak bisa mengakses gawai. Terlebih saat kondisi saat ini di mana untuk ke warung internet atau warnet pun susah.
Para warga dilayani setiap hari baik secara daring maupun laring. Siwi menjelaskan untuk hari kerja pelayanan dilakukan setelah jam kantor selesai yakni pukul 15.00 - 17.00 WIB. Sementara untuk hari libur pelayanan dilakukan pukul 12.00 - 14.00 WIB. "Posko bertempat di Kantor Kelurahan Wirogunan, intinya tidak mengganggu jam kerja," ujarnya.
Tidak tanggung-tanggung, Kelurahan Wirogunan menyiapkan dua komputer khusus setelah jam kantor digunakan untuk mengoperasikan berbagai tahap menyangkut PPDB.
Salah satu anggota Remen, Momon Khoirussalam menjelaskan pendampingan dilakukan secara langsung yakni orang tua datang ke Kelurahan maupun via pesan singkat WhatsApp. Momon mengatakan mayoritas kendala yang ditemui yakni soal pengajuan akun dan verifikasi.
Warga yang kesulitan cukup datang mempersiapkan berkas yang dibutuhkan beserta pilihan sekolah. "Selanjutnya warga sendiri yang akan mengoperasikan tahap PPDB dengan komputer Kelurahan, kami cuma dampingi saja," terangnya. Komputer Kelurahan cukup membantu, pasalnya ada beberapa orang tua yang tidak memiliki gawai untuk mengakses proses PPDB.
Sejak dibuka awal Juni sebanyak 27 warga melapor kesulitan melakukan PPDB. Jumlah tersebut hanya yang datang dan konsultasi di Kelurahan. Jumlahnya berkali-kali lipat lebih banyak via Whatsapp bisa ratusan. "Ada empat pendamping Remen, saya saja tiap hari minimal sepuluh orang," jelas.
Bagi Momon pendampingan yang dilakukan oleh Remen diharapkan dapat membantu dan mengedukasi warga tentang pelaksanaan PPDB yang dilakukan secara daring ini. Sama halnya yang dikatakan Siwi, dia berharap dengan adanya pendampingan oleh Remen semua warga yang kesulitan dalam proses PPDB bisa terbantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 14 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Warga diminta mewaspadai udara kabur dan kondisi gelombang di pesisir se
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
KPK menghormati pelimpahan kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung dan memastikan terus memantau perkembangan penyidikannya.
SMA Trensains Muhammadiyah Sragen lolos Program Sekolah Garuda Transformasi bermodal 1.900 prestasi nasional dan internasasional.